Bisnis dan Teknologi

Pemprov Sumut Panik Lihat Harga Cabai, Langsung Datangkan 50 Ton dari Jawa

634
×

Pemprov Sumut Panik Lihat Harga Cabai, Langsung Datangkan 50 Ton dari Jawa

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) sepertinya sudah tak tahan melihat harga cabai merah yang makin menggila.

Alih-alih menunggu panen lokal, Pemprov memilih langkah cepat: mendatangkan 50 ton cabai merah dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Langkah ini diumumkan dalam rapat koordinasi pengamanan distribusi cabai merah di Kantor Gubernur Sumut, Jumat (10/10/2025).

Sekdaprov Sumut Togap Simangunsong bilang, cabai akan dikirim dalam tiga tahap. “PT AIJ, Dirga Surya, dan PPSU sudah ke Jawa Timur. Ada 50 ton cabai yang akan didistribusikan,” ujarnya.

Tahap pertama, 16 ton cabai dari Jember akan tiba lebih dulu. Dari jumlah itu, 10 ton akan mampir ke Pasar Induk Lau Cih, 1,5 ton ke Deliserdang, dan sisanya ke Kedai Kolaborasi Pasar Medan. Harga jual ke masyarakat dipatok Rp55.000/kg, sesuai aturan Badan Pangan Nasional.

“Harapannya, langkah ini bisa menekan harga cabai di pasar dan menurunkan inflasi,” kata Togap, dengan nada berharap.

Plt Dirut PUD Pasar Medan, Agus Saputra, juga sudah siaga. Katanya, Pasar Induk Lau Cih punya gudang penyimpanan 10 ton cabai—tapi cuma tahan dua hari.

“Kami jadi transformer antara PT AIJ ke pedagang distributor,” ujarnya, entah maksudnya listrik atau logistik.

Saat ini, harga cabai merah di pasar masih di kisaran Rp75.000/kg untuk cabai gunung, dan Rp65.000/kg untuk cabai asal Jawa—angka yang cukup bikin pedagang sambal berpikir dua kali sebelum ngulek.

Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian Sumut, Poppy Marulita Hutagalung, menjelaskan bahwa intervensi ini juga melibatkan BUMD seperti PT AIJ, Dirga Surya, dan PPSU. Bahkan Bulog ikut turun tangan lewat jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) dan Toko Pangan Kita (TPK).

Masalahnya memang serius. Data BPS menunjukkan, inflasi Sumut pada September 2025 tembus 5,32%, naik dari 4,42% bulan sebelumnya. Dan siapa dalangnya? Lagi-lagi cabai merah, diikuti emas perhiasan, bawang merah, cabai rawit, beras, dan ayam.

Deputi Direktur BI Sumut, Abdul Khalim, menegaskan bahwa operasi cabai lintas pulau ini adalah bagian dari aksi cepat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). “Secara tahunan kita surplus, tapi bulan ini defisit. Jadi ya, harus segera diintervensi,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *