Sumatera Utara

221 Kejadian Bencana di Sumut, 212 Korban; Polda Maksimalkan Penanganan Darurat

303
×

221 Kejadian Bencana di Sumut, 212 Korban; Polda Maksimalkan Penanganan Darurat

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN — Polda Sumatera Utara melaporkan peningkatan signifikan kejadian bencana alam yang terjadi sejak 24 hingga 27 November.

Dalam laporan resmi Kapolda Sumut kepada Kapolri pada Kamis (27/11) pukul 12.30 WIB, tercatat 221 kejadian meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan puting beliung di 12 kabupaten/kota.

Rentetan bencana tersebut mengakibatkan 212 korban, terdiri dari 43 meninggal dunia, 81 luka-luka, dan 88 masih dalam pencarian.

Sebanyak 1.168 warga terpaksa mengungsi. Tapanuli Utara menjadi daerah dengan kejadian terbanyak yakni 54 kejadian, disusul Tapanuli Tengah dengan 44 kejadian.

Mandailing Natal mencatat 12 kejadian tanpa korban jiwa, namun 400 warga mengungsi.

Di Padang Sidempuan, satu warga meninggal dunia dan 120 mengungsi.

Pakpak Bharat melaporkan dua korban meninggal dari total 24 kejadian longsor.

Kondisi terberat tercatat di Tapanuli Selatan, dengan 90 korban—73 luka-luka dan 17 meninggal—serta 500 warga mengungsi.

Sementara itu, Tapanuli Tengah mencatat empat kematian dan tiga orang hilang, dan Tapanuli Utara melaporkan sembilan meninggal serta 31 hilang dari total 41 korban.

Sejumlah daerah lain seperti Humbang Hasundutan, Nias Selatan, Sibolga, Serdang Bedagai, dan Langkat turut terdampak. Langkat tercatat memiliki 750 warga mengungsi akibat 23 kejadian banjir.

Polda Sumut bersama polres jajaran terus melakukan operasi tanggap darurat di berbagai titik. Personel Ditsamapta dan Brimob dikerahkan untuk pembersihan jalan serta operasi pencarian dan pertolongan, terutama di wilayah yang terisolasi material longsor. Tim Dokkes memberikan layanan medis, sementara Bidang TIK mengaktifkan jaringan Starlink untuk wilayah yang mengalami gangguan komunikasi.

Satuan lalu lintas juga mengatur arus kendaraan di jalur yang sempat tertutup.

Dari laporan terbaru, empat wilayah tambahan ikut terdampak, yakni Kota Padang Sidempuan, Kabupaten Langkat, Nias Selatan, dan Serdang Bedagai.

Hujan berintensitas tinggi yang masih mengguyur sejumlah wilayah disebut menjadi hambatan utama dalam penanganan di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *