TERITORIAL24.COM, TAPANULI TENGAH – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus mempercepat penyaluran bantuan bagi warga terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Kota Sibolga, terutama ke wilayah yang masih terisolir.
Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, Minggu, 30 November 2025, memimpin pemantauan udara sekaligus distribusi logistik untuk memastikan bantuan menjangkau lokasi yang tidak dapat dilewati jalur darat.
Bobby mengatakan stok bantuan mencukupi, namun kerusakan akses jalan membuat distribusi terhambat. Karena itu, pengiriman logistik dioptimalkan melalui jalur udara.
“Kendalanya akses. Makanya wilayah yang terisolir darat kita kirimkan bantuan lewat jalur udara. Sedangkan daerah yang masih bisa dilalui, kita suplai melalui jalur darat,” ujarnya saat meninjau kawasan terdampak dari udara.
Selain akses jalan yang putus, jaringan komunikasi dan listrik juga mengalami gangguan. Kondisi tersebut membuat pemerintah kesulitan memperoleh informasi kebutuhan warga secara rinci di lokasi-lokasi terisolir.
Bobby meminta Telkom dan PLN mempercepat pemulihan agar koordinasi penanganan bencana berjalan lebih efektif.
“Permasalahannya komunikasi dan listrik terputus. Kita tidak bisa mendapatkan informasi pasti apa saja kebutuhan warga di lokasi terisolir. Karena itu kita minta Telkom dan PLN percepat perbaikan,” katanya.
Menurut Bobby, bantuan melalui udara telah dikirimkan ke Kecamatan Tukka dan Lumut.
Tim udara juga melakukan pemetaan visual serta pencatatan koordinat untuk mengidentifikasi lokasi yang membutuhkan bantuan lanjutan.
Gubernur memastikan penyaluran logistik akan terus dilakukan hingga seluruh warga terdampak di Tapteng dan Sibolga menerima bantuan secara merata.(Anggi)












