Kota Medan

Pemko Medan Terima 10.000 Geobag untuk Penanggulangan Banjir

379
×

Pemko Medan Terima 10.000 Geobag untuk Penanggulangan Banjir

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN – Pemerintah Kota Medan menerima bantuan 10.000 geobag dari PT Karxindo Artama untuk mendukung penanggulangan banjir.

Bantuan tersebut diterima secara simbolis oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas di Jalan Sumber Amal, Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas, tepatnya di bantaran Sungai Sei Batuan, Rabu, 24 Desember 2025.

Geobag akan ditempatkan di sejumlah sungai di Kota Medan, antara lain Sungai Sei Batuan, Sungai Belawan, dan Sungai Deli. Bantuan ini difungsikan sebagai benteng pengendali erosi sungai serta digunakan dalam kondisi tanggap darurat banjir dan longsor.

Rico Waas mengatakan bantuan tersebut sangat membantu upaya pemerintah kota dalam mengurangi risiko banjir. Ia menyinggung banjir besar yang melanda sejumlah kawasan di Medan beberapa waktu lalu akibat luapan Sungai Sei Batuan.

“Di lokasi ini juga terjadi banjir karena luapan Sungai Sei Batuan. Kami berencana melakukan normalisasi sungai, dan geobag ini sangat tepat digunakan sebagai penahan air, sebagai benteng semi-natural,” kata Rico.

Menurut Rico, banjir di wilayah Sungai Sei Batuan tercatat terjadi hingga empat kali. Luapan sungai menyebabkan warga harus mengungsi ke masjid.

Kondisi itu dipicu penyempitan alur sungai yang sebelumnya selebar enam meter, kemudian menyempit menjadi empat meter, dan kini tinggal sekitar 2,5 meter.

“Dengan normalisasi, Sungai Sei Batuan akan kami lebarkan kembali menjadi 4,5 meter,” ujar Rico, didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Citra Effendi Capah serta Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi Gibson Panjaitan.

Rico menegaskan pemerintah kota terus berupaya serius menangani persoalan banjir agar tidak kembali terulang dan merugikan masyarakat.

Geobag akan dipasang di beberapa titik Sungai Sei Batuan, termasuk di bagian sungai yang berliku, untuk mereduksi debit air saat meningkat.

“Penempatan geobag dilakukan sepanjang kurang lebih satu kilometer. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi debit air saat hujan berintensitas tinggi maupun kenaikan permukaan air secara mendadak,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *