Berita Utama

Mobilitas Masyarakat Masih Tinggi, Penumpang Kereta Api di Sumut Tetap Ramai pada Masa Arus Balik Lebaran

173
×

Mobilitas Masyarakat Masih Tinggi, Penumpang Kereta Api di Sumut Tetap Ramai pada Masa Arus Balik Lebaran

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat konsistensi peningkatan volume penumpang pada periode arus balik Lebaran 2026. Menariknya, jumlah pelanggan kereta api saat ini justru melampaui angka puncak arus mudik seiring kembalinya aktivitas perkantoran dan berakhirnya libur panjang Idulfitri 1447 Hijriah.

Berdasarkan data penjualan tiket pada Rabu (25/3), KAI Divre I Sumut melayani sebanyak 11.814 pelanggan.

Angka ini lebih tinggi dibandingkan puncak arus mudik pada 18 Maret lalu yang mencatat 10.940 penumpang.

Tren tersebut mengindikasikan pergerakan masyarakat yang lebih masif pada fase arus balik dibandingkan fase keberangkatan.

Plt. Manager Humas KAI Divre I Sumut, Anwar Yuli Prastyo, mengungkapkan bahwa untuk keberangkatan Kamis (26/3/2026) tercatat sebanyak 9.958 tiket telah terjual.

Fenomena ini diprediksi akan bertahan hingga akhir pekan mengingat aktivitas sekolah baru akan dimulai kembali pada Senin mendatang.

“Volume penumpang pada arus balik kali ini cenderung lebih besar dibandingkan saat mudik. Hal ini dipengaruhi oleh kebijakan Work From Home (WFH) maupun Work From Anywhere (WFA) di sejumlah instansi dan perkantoran, serta jadwal kegiatan belajar mengajar yang baru dimulai pada 30 Maret nanti,” ujar Anwar.

Secara kumulatif, selama 22 hari masa Angkutan Lebaran 2026, KAI Divre I Sumut telah mendistribusikan sebanyak 186.861 tiket.

Masyarakat diimbau untuk melakukan pemesanan tiket melalui aplikasi Access by KAI guna memastikan kepastian keberangkatan menuju berbagai destinasi di wilayah Sumatera Utara.

Dinamika pergerakan penumpang tahun ini turut menunjukkan pola distribusi yang merata. Selain arus menuju Kota Medan, volume keberangkatan dari Stasiun Medan menuju daerah penyangga di wilayah pantai timur juga tercatat signifikan.

Fenomena ini mencerminkan mobilitas kelompok masyarakat urban yang telah menyelesaikan periode libur di ibu kota provinsi dan bertolak kembali ke wilayah penugasan masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *