TERITORIAL24.COM, MEDAN — Polrestabes Medan mengklaim berhasil mengungkap 250 kasus kejahatan dengan menangkap 290 tersangka dalam operasi penindakan yang digelar intensif beberapa waktu terakhir.
Dari jumlah itu, 19 tersangka terpaksa ditembak karena melawan saat penangkapan.
Dalam konferensi pers di Lapangan Apel Mapolrestabes Medan, Senin (4/5/2026), Kepala Polrestabes Medan, Jean Calvijn Simanjuntak, mengatakan pihaknya memprioritaskan pemberantasan kejahatan jalanan, peredaran narkotika, perjudian, dan praktik premanisme yang dinilai meresahkan masyarakat.
“Kami berkomitmen memberikan rasa aman bagi warga. Tidak ada tempat bagi pelaku kejahatan jalanan maupun narkoba di kota ini,” ujar Jean Calvijn.
Dari total pengungkapan, kepolisian mencatat 117 kasus kejahatan jalanan dengan 124 tersangka, serta 119 kasus narkotika dengan 147 tersangka.
Dalam kasus narkotika, polisi menyita barang bukti antara lain 2,3 kilogram sabu, 104,52 gram ganja, 24.570 butir ekstasi, serta 1.790 cartridge cairan rokok elektrik yang mengandung zat terlarang.
Selain itu, aparat juga menangani enam kasus perjudian dan premanisme dengan sembilan tersangka.
Dari seluruh tersangka yang ditangkap, 16 orang diketahui merupakan residivis, sementara tujuh lainnya terlibat dalam banyak laporan polisi.
Jean Calvijn menyebut tindakan tegas dan terukur dilakukan terhadap tersangka yang berupaya melawan petugas.
“Ini bentuk penegakan hukum yang kami lakukan secara profesional,” katanya.
Secara kewilayahan, pengungkapan kasus terbanyak terjadi di sektor Medan Tembung untuk kejahatan kekerasan, perjudian, dan narkotika. Sementara itu, sektor Medan Baru mencatat dominasi pengungkapan kasus pencurian kendaraan bermotor.
Keberhasilan ini mendapat dukungan dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah. Perwakilan TNI dari Kodim 0201/Medan, Kapten Czi Sonny Ginting, menyatakan kesiapan pihaknya untuk memperkuat patroli bersama kepolisian.
Pemerintah Kota Medan juga menilai operasi tersebut berdampak langsung pada peningkatan rasa aman warga.












