Blitar Raya

Flushing PLTA Jegu Blitar Berujung Petaka, Warga Kesamben Hilang Terseret Arus Sungai Brantas

74
×

Flushing PLTA Jegu Blitar Berujung Petaka, Warga Kesamben Hilang Terseret Arus Sungai Brantas

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, BLITAR – Fenomena flushing atau penggelontoran air di kawasan PLTA Jegu, Wlingi Raya, Kabupaten Blitar, kembali memakan korban. Tradisi warga berburu ikan mabuk atau pladu yang kerap muncul saat flushing berlangsung berubah menjadi insiden memilukan setelah seorang warga dilaporkan hilang diduga hanyut terseret derasnya arus Sungai Brantas, Senin (18/5/2026) siang sekitar pukul 12.00 WIB.

Korban diketahui bernama Isnaini, perempuan asal Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar. Hingga Senin malam, tim gabungan masih melakukan pencarian intensif di sekitar lokasi kejadian.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar, Wahyudi, membenarkan adanya laporan warga hilang saat aktivitas flushing berlangsung.

“Korban dilaporkan hilang hanyut terbawa arus di Sungai Brantas Blitar saat kondisi sungai ramai warga yang mencari ikan terdampar akibat flushing,” ujar Wahyudi kepada jurnalis.

Menurut informasi di lapangan, derasnya arus sungai saat pintu air dibuka membuat situasi di bantaran Sungai Brantas berubah sangat berbahaya.

Banyak warga tetap nekat turun ke sungai demi berburu ikan yang muncul akibat penggelontoran air bendungan.

Tak hanya Isnaini, seorang warga lain bernama Badi’, asal Cimpling, Kecamatan Selopuro, juga sempat terseret arus. Beruntung ia berhasil menyelamatkan diri sebelum akhirnya dievakuasi warga dan petugas.

Usai dievakuasi, Badi’ dibawa ke kantor polisi setempat guna dimintai keterangan terkait kronologi hilangnya korban.

Peristiwa serupa juga terjadi di lokasi berbeda pada hari yang sama.

Di kawasan Kedung Ketek, Jegu, seorang warga bernama Yasmani, asal Lingkungan Sembon, Kelurahan Ksatrian, Kecamatan Kanigoro, nyaris kehilangan nyawa saat berburu ikan di tengah derasnya arus flushing.

Korban diduga mengalami kelelahan ekstrem hingga terombang-ambing di tengah sungai. Beruntung, aksi cepat warga sekitar berhasil menyelamatkannya sebelum hanyut lebih jauh. Setelah dievakuasi, Yasmani langsung dipulangkan ke rumahnya oleh perangkat desa.

Menyikapi situasi tersebut, tim SAR gabungan dari BPBD Kabupaten Blitar bersama unsur TNI, Polri, PMI, ORARI, RAPI, relawan, dan perangkat desa langsung mendirikan posko koordinasi di lokasi kejadian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *