Blitar Raya

SMKN 1 Kademangan Blitar Juara 1 Schoollab Farming Jatim, Raih Bantuan Rp80 Juta dari Petrokimia Gresik

53
×

SMKN 1 Kademangan Blitar Juara 1 Schoollab Farming Jatim, Raih Bantuan Rp80 Juta dari Petrokimia Gresik

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, BLITAR – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh SMKN 1 Kademangan kabupaten Blitar. Sekolah ini berhasil meraih Juara 1 Lomba Schoollab Farming Tingkat Provinsi Jawa Timur yang diselenggarakan oleh PT Petrokimia Gresik dalam rangkaian kegiatan Harvesting tahun 2026.

Ketua Program produktif sekaligus guru pembimbing, Yustinanda Rahma dewi, menjelaskan bahwa lomba tersebut menyasar seluruh SMK pertanian di Jawa Timur sebagai ajang peningkatan kualitas pengelolaan dan manajemen lahan praktik sekolah.

“Schoollab Farming merupakan salah satu lomba yang digelar setiap tahun oleh Petrokimia Gresik. Dalam kegiatan Harvesting ini seluruh sekolah pertanian di Jawa Timur diundang untuk mengikuti berbagai kompetisi, mulai dari Schoollab Farming untuk guru, Olimpiade Pertanian untuk siswa, hingga lomba inovasi,” jelasnya.

Dari hasil penilaian dewan juri, tiga sekolah terbaik yang berhasil masuk podium adalah SMKN 1 Kademangan sebagai juara pertama, disusul SMKN 8 Jember di posisi kedua, dan SMK Muhammadiyah Gresik di posisi ketiga.

Atas prestasi tersebut, SMKN 1 Kademangan memperoleh penghargaan berupa uang pembinaan sebesar Rp5 juta untuk kategori presentasi.

Selain itu, sekolah juga menerima bantuan senilai Rp80 juta dalam bentuk pupuk dan pengadaan sarana praktik pertanian.

Bantuan tersebut akan dimanfaatkan untuk pengembangan sistem irigasi modern pada lahan praktik sekolah. Untuk budidaya bawang merah seluas 1.500 meter persegi, sekolah akan membangun sistem irigasi sprinkler, sementara pada greenhouse berukuran 10 x 30 meter akan dipasang irigasi drip yang terintegrasi dengan teknologi hayati.

“Sistem ini nantinya tidak hanya mengatur pemberian pupuk, tetapi juga membantu mengontrol iklim mikro di dalam greenhouse sehingga proses budidaya menjadi lebih efektif dan efisien,” ujar Isti.

Menurutnya, dukungan sarana dan teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan semangat kreativitas guru dan siswa dalam mengembangkan pertanian modern berbasis teknologi.

Selain itu, fasilitas baru akan mempermudah pelaksanaan praktik lapangan bagi para siswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *