Sementara itu, guru produktif pertanian Zunziani Farida mengungkapkan bahwa selama ini proses penyiraman tanaman masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan tenaga dan waktu yang cukup besar.
“Dulu kami harus mengocor tanaman menggunakan selang dengan hasil yang kurang maksimal. Apalagi saat musim penghujan, kondisi tersebut sempat menyebabkan gagal panen.
Dengan adanya sprinkler ini, kami cukup memutar kran dan penyiraman bisa berlangsung lebih merata serta hasilnya lebih optimal,” tuturnya.
Keberhasilan SMKN 1 Kademangan meraih juara pertama sekaligus memperoleh bantuan pengembangan sarana praktik ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus berinovasi dan menghasilkan lulusan pertanian yang kompeten, adaptif terhadap teknologi, serta siap menghadapi tantangan sektor pertanian modern.(didik)












