TERITORIAL24.COM,MEDAN – Kinerja Polres Nias kembali menjadi sorotan publik. Sejumlah kasus yang menyita perhatian masyarakat dinilai belum menunjukkan perkembangan signifikan, sehingga memunculkan pertanyaan terkait efektivitas penegakan hukum di wilayah Kepulauan Nias.
Kritik tersebut disampaikan Ketua Pemuda Demokrat Indonesia (PDI) Sumatera Utara, Paulus PG, SH., MH., CMd., Cvapol., C.Neg., yang menilai masyarakat saat ini tidak lagi terpaku pada publikasi semata, melainkan menuntut hasil nyata dalam penanganan perkara.
«”Publik tidak membutuhkan pencitraan, publik membutuhkan kepastian hukum. Ketika banyak kasus besar yang menyita perhatian masyarakat belum memperoleh kejelasan, maka wajar apabila masyarakat mempertanyakan keseriusan dan profesionalisme aparat,” ujar Paulus.»
Sejumlah Kasus Menjadi Sorotan
Menurut PDI Sumut, terdapat beberapa perkara yang hingga kini masih menjadi perhatian masyarakat dan dinilai membutuhkan penanganan yang lebih maksimal.
Kasus tersebut antara lain kematian tragis seorang siswi SMK yang diduga sempat mengalami kekerasan seksual sebelum ditemukan meninggal dunia, kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur yang mengakibatkan kehamilan, hingga dugaan penganiayaan yang melibatkan seorang oknum kepala sekolah di Kecamatan Alasa.
Paulus menilai penyelesaian kasus-kasus tersebut menjadi ukuran penting dalam membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.
Pemberantasan Narkoba Dinilai Belum Menyentuh Akar Persoalan
Di sisi lain, Paulus juga menyoroti maraknya peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Nias, Nias Utara, Nias Barat, dan Kota Gunungsitoli.
Meski mengapresiasi sejumlah pengungkapan kasus narkoba yang dilakukan aparat kepolisian, ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut belum cukup apabila jaringan peredaran narkotika yang lebih besar masih tetap beroperasi.
«”Pengungkapan beberapa kasus narkoba hanyalah sebagian kecil dari fenomena yang terjadi. Aparat penegak hukum harus mampu membuktikan komitmennya dalam memberantas jaringan narkotika hingga ke akar-akarnya, bukan hanya sebatas menangkap pengguna atau pelaku kecil,” tegasnya.»












