TERITORIAL24.COM, TULUNGAGUNG – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional 18 dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tulungagung. Keputusan ini diambil setelah hasil evaluasi menemukan sejumlah pelanggaran standar operasional, termasuk dugaan kuat praktik monopoli dalam rantai pasok bahan pangan.
Langkah pembekuan tersebut menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak akan mentoleransi pelaksanaan program strategis nasional yang menyimpang dari aturan.
BGN menegaskan, kualitas layanan, keamanan pangan, dan tata kelola distribusi bahan baku menjadi prioritas utama demi melindungi jutaan anak penerima manfaat program.
Koordinator Wilayah BGN Tulungagung, Sabrina Mahardika, mengungkapkan bahwa beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terbukti belum memenuhi ketentuan operasional yang telah ditetapkan.
“Salah satu temuan utama adalah jumlah pemasok bahan pangan yang masih jauh di bawah standar. Ada SPPG yang hanya memiliki tiga hingga lima supplier, padahal ketentuan minimalnya adalah 15 supplier,” ujar Sabrina saat dikonfirmasi, Selasa (16/6/2026).
Menurutnya, aturan minimal 15 pemasok diterapkan untuk mencegah ketergantungan terhadap pihak tertentu yang berpotensi memicu praktik monopoli.
Selain itu, kebijakan tersebut bertujuan menciptakan ekosistem distribusi pangan yang sehat, kompetitif, transparan, dan memberi ruang bagi pelaku usaha lokal untuk terlibat dalam program MBG.
Tak hanya persoalan pemasok, tim pengawas BGN juga menemukan berbagai kekurangan pada fasilitas dan sarana penunjang operasional dapur.
Evaluasi dilakukan secara menyeluruh sebagai langkah mitigasi risiko, terutama setelah muncul sejumlah kasus keracunan makanan dalam pelaksanaan program serupa di beberapa daerah.
Meski 18 dapur dihentikan sementara, BGN memastikan distribusi makanan bergizi kepada siswa penerima manfaat tetap berjalan tanpa gangguan.
“Pelayanan tetap normal. Distribusi yang sebelumnya ditangani 18 dapur tersebut langsung dialihkan ke dapur SPPG terdekat yang telah memenuhi standar operasional,” jelas Sabrina.












