Religi

‎Tausiyah Sejuk Ustadz Yanda Hardiyansah di Pesantren Ma’rifatul Hikmah ‎

105
×

‎Tausiyah Sejuk Ustadz Yanda Hardiyansah di Pesantren Ma’rifatul Hikmah ‎

Sebarkan artikel ini

‎Momentum Muhadhoroh Akbar dan Tahun Baru Islam menjadi sarana muhasabah, penguatan dakwah, serta peningkatan ketakwaan bagi para santri di Pesantren Ma’rifatul Hikmah, Sei Bamban, Serdang Bedagai

‎TERITORIAL24.COM,SERDANG BEDAGAI – Para santri bersama jajaran ustadz dan ustadzah memadati halaman Pesantren Ma’rifatul Hikmah yang berlokasi di Dusun III, Sei Buluh, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai,dalam kegiatan Muhadhoroh Akbar yang dirangkai dengan peringatan Tahun Baru Islam,Kamis(18/6/2025).

Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para santri untuk menampilkan kemampuan seni dakwah dan latihan berpidato di hadapan seluruh keluarga besar pesantren.

‎Dalam suasana yang penuh kekhusyukan, Ustadz Yanda Hardiyansah, A.Md., S.Pd. menyampaikan tausiyah yang sarat pesan spiritual.

Ia mengapresiasi semangat para santri dalam berdakwah sekaligus mengajak seluruh peserta menjadikan pergantian tahun sebagai momentum muhasabah atau evaluasi diri menuju kehidupan yang lebih baik.

‎Meneladani Esensi Hijrah dan Keutamaan Muhasabah

‎Dalam tausiyahnya, Ustadz Yanda Hardiyansah mengingatkan bahwa kemampuan berdakwah yang diasah melalui Muhadhoroh harus dibarengi dengan pemanfaatan waktu secara baik dan penuh keberkahan.

Menurutnya, para santri tidak hanya dituntut mahir berbicara di depan umum, tetapi juga harus mampu menunjukkan akhlak yang baik serta meningkatkan kualitas ibadah dalam kehidupan sehari-hari.

‎Ia menjelaskan bahwa makna hijrah yang sesungguhnya bukan hanya perpindahan tempat, melainkan perubahan diri menuju pribadi yang lebih baik.

Para santri yang sedang ditempa menjadi generasi penerus dakwah diharapkan memiliki keteguhan hati untuk meninggalkan kebiasaan yang kurang baik dan senantiasa berupaya meraih keridaan Allah SWT.

‎Mata Air Keteladanan dan Penguatan Ukhuwah Islamiyah

‎Di hadapan para santri, Ustadz Yanda juga mengingatkan bahwa setiap nikmat kehidupan yang diberikan Allah SWT merupakan anugerah besar yang patut disyukuri.

Rasa syukur tersebut hendaknya diwujudkan melalui kesungguhan dalam menuntut ilmu, semangat berdakwah, serta amal saleh yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

‎Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah di lingkungan pesantren.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *