Kota Medan

Bukan Khusus Wali Kota Medan, Anggaran Air Mineral Rp1,1 Miliar untuk Kegiatan Pemerintahan Setahun

89
×

Bukan Khusus Wali Kota Medan, Anggaran Air Mineral Rp1,1 Miliar untuk Kegiatan Pemerintahan Setahun

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN – Pemerintah Kota (Pemko) Medan memberikan penjelasan terkait sorotan publik atas anggaran pengadaan air mineral yang tercantum dalam APBD Tahun Anggaran 2026 dengan nilai lebih dari Rp1,1 miliar.

Pemko Medan menegaskan bahwa angka tersebut merupakan pagu anggaran atau batas maksimal belanja yang disiapkan selama satu tahun, bukan jumlah yang pasti akan direalisasikan.

Kepala Bagian Umum Setda Kota Medan, Muhammad Ridho Siregar, mengatakan informasi yang beredar di media sosial telah menimbulkan persepsi keliru seolah-olah seluruh anggaran tersebut akan dihabiskan untuk kebutuhan pribadi Wali Kota Medan.

“Perlu dipahami bahwa Rp1,1 miliar itu adalah pagu anggaran, bukan realisasi belanja. Jika kebutuhan riil selama setahun hanya Rp500 juta, maka sisanya tidak digunakan dan akan kembali ke kas daerah,” kata Ridho kepada wartawan, Sabtu (20/6/2026) malam.

Ia menegaskan, anggaran tersebut tidak diperuntukkan khusus bagi Wali Kota Medan, melainkan digunakan untuk mendukung seluruh kegiatan yang berada di bawah koordinasi Bagian Umum Setda Kota Medan.

Menurut Ridho, kebutuhan air minum tersebut mencakup berbagai agenda resmi pemerintahan, mulai dari rapat internal, pertemuan dengan tamu, kegiatan kedinasan di luar kantor, hingga kebutuhan operasional di rumah dinas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan.

“Penggunaannya untuk seluruh kegiatan pemerintahan yang difasilitasi Bagian Umum. Jadi bukan hanya untuk wali kota, tetapi untuk berbagai agenda resmi selama satu tahun anggaran,” ujarnya.

Ridho menjelaskan, pengadaan air mineral ditempatkan dalam pos anggaran tersendiri dan dipisahkan dari belanja makan dan minum. Pemisahan itu dilakukan sesuai dengan klasifikasi belanja yang berlaku dalam sistem penganggaran pemerintah daerah.

Meski demikian, Pemko Medan mengaku terus melakukan evaluasi guna meningkatkan efisiensi belanja operasional, sejalan dengan arahan pemerintah pusat terkait penghematan anggaran.

“Kami berkomitmen melakukan efisiensi. Mudah-mudahan ke depan kebutuhan anggaran ini bisa ditekan sehingga nilainya lebih rendah dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *