Kota Medan

Rico Waas Lantik 69 Pejabat Pemko Medan, Ingatkan Bahwa Masyarakat adalah “Jabatan Tertinggi”

72
×

Rico Waas Lantik 69 Pejabat Pemko Medan, Ingatkan Bahwa Masyarakat adalah “Jabatan Tertinggi”

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas kembali melantik 69 pejabat manajerial di lingkungan Pemerintah Kota Medan, Kamis (18/6/2026), di Balai Kota Medan. Di tengah prosesi pengambilan sumpah dan janji jabatan yang berlangsung khidmat, Rico menyisipkan pesan yang tak biasa kepada para pejabat yang baru dilantik.

Menurutnya, seorang aparatur pemerintah memang harus tunduk pada struktur organisasi dan menjalankan fungsi sesuai hierarki. Namun, ada satu pihak yang seharusnya mendapat pelayanan paling tinggi, yakni masyarakat.

“Yang perlu dilayani setinggi-tingginya adalah masyarakat. Sedangkan kepada pemerintah maupun kepada atasan ini adalah fungsi jabatan secara hierarki saja, bagaimana pengelolaan organisasi bisa berjalan dengan baik dari tingkat teratas sampai terbawah.

Namun sekali lagi saya ingatkan, yang perlu dilayani adalah masyarakat. Karena masyarakat adalah jabatan tertinggi yang benar-benar harus kita berikan pelayanan terbaik,” kata Rico Waas.

Di hadapan puluhan pejabat yang dilantik, orang nomor satu di Pemko Medan itu juga mengingatkan bahwa promosi maupun mutasi jabatan sejatinya merupakan awal dari perjalanan baru.

Karena itu, ia meminta para pejabat untuk merenungkan arah langkah yang akan mereka tempuh dalam menjalankan amanah.

Menurut Rico, seorang pejabat yang kehilangan keteguhan hati dan tidak memiliki tujuan yang jelas dalam bekerja akan mudah mengalami kebingungan dalam mengambil keputusan.

“Pikiran itu terasa kabur karena kita tidak memiliki kepastian di dalam diri, tidak punya keteguhan dalam hati, tidak berpikir bahwasanya setiap langkah yang kita jalankan ini karena untuk bangsa, negara, dan masyarakat,” ujarnya.

Ia meyakini, pekerjaan akan terasa lebih mudah apabila para pejabat mengunci niat dan pikirannya hanya untuk satu tujuan, yakni kepentingan masyarakat.

“Bila pikiran itu hanya tertuju kepada masyarakat, mudah-mudahan pikiran tersebut tidak akan terasa kabur. Semua akan terang benderang, jelas terlihat apa yang ingin dilakukan apabila kita memegang teguh pikiran kita kalau memang pekerjaan kita semua ini hanya untuk masyarakat,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *