TERITORIAL24.COM, MEDAN – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-436 Kota Medan yang jatuh pada 1 Juli 2026 dinilai tidak hanya menjadi ajang perayaan seremonial, tetapi juga momentum untuk mengevaluasi berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat.
Hal itu disampaikan Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Medan, Zulham Efendi, S.Pd., M.I., usai mengikuti Rapat Paripurna Hari Jadi Kota Medan di Gedung DPRD Kota Medan, Selasa (30/6/2026).
Menurut Zulham, pembangunan Kota Medan ke depan harus semakin berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat dengan menyelesaikan berbagai persoalan mendasar yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah.
“Selamat Hari Jadi ke-436 Kota Medan. Ini bukan sekadar momentum untuk merayakan usia kota, tetapi juga saat yang tepat untuk mengevaluasi apa yang sudah dicapai dan apa yang masih harus diperbaiki demi menghadirkan Medan yang benar-benar menjadi kota yang aman, nyaman, maju, dan berkeadilan,” ujarnya.
Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah keamanan dan ketertiban masyarakat.
Zulham menilai maraknya aksi begal, tawuran antarkelompok, geng motor, hingga berbagai bentuk kejahatan jalanan masih menjadi ancaman yang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Ia berharap pemerintah bersama aparat penegak hukum dapat memperkuat langkah pencegahan, penegakan hukum, serta pembinaan generasi muda agar angka kriminalitas dapat ditekan.
“Keamanan merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Pemerintah bersama aparat penegak hukum harus semakin memperkuat langkah-langkah pencegahan, penegakan hukum, serta pembinaan generasi muda agar angka kriminalitas dan tawuran dapat ditekan,” tegasnya.
Selain aspek keamanan, Zulham juga menyoroti persoalan banjir dan infrastruktur yang hingga kini masih menjadi keluhan masyarakat di berbagai wilayah Kota Medan.
Menurutnya, perbaikan sistem drainase, normalisasi sungai, pembangunan jalan lingkungan, hingga pemeliharaan infrastruktur harus menjadi prioritas pembangunan secara berkelanjutan.
“Setiap musim hujan masih banyak kawasan yang tergenang. Ini menunjukkan perlunya penyelesaian yang lebih komprehensif, bukan sekadar penanganan sementara,” katanya.












