Di bidang pelayanan publik, Zulham mendorong agar reformasi birokrasi terus diperkuat sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih cepat, transparan, profesional, dan bebas dari praktik yang menyulitkan warga.
Ia juga menekankan pentingnya optimalisasi digitalisasi pelayanan publik agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Birokrasi harus menjadi pelayan masyarakat, bukan sebaliknya. Digitalisasi pelayanan harus benar-benar dirasakan manfaatnya sehingga masyarakat memperoleh pelayanan yang mudah, cepat, dan profesional,” ujarnya.
Tak hanya itu, persoalan kemacetan lalu lintas juga dinilai memerlukan solusi yang lebih terintegrasi. Pertumbuhan jumlah kendaraan yang terus meningkat dinilai belum diimbangi dengan kapasitas jalan dan sistem transportasi yang memadai.
“Kita membutuhkan penguatan transportasi publik, rekayasa lalu lintas yang efektif, serta pembangunan infrastruktur transportasi yang mampu mengurangi kemacetan di titik-titik padat Kota Medan,” ungkapnya.
Di sektor pendidikan, Zulham berharap pemerintah terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan akses pendidikan, peningkatan sarana dan prasarana sekolah, serta perhatian terhadap kesejahteraan tenaga pendidik.
Sementara di bidang ekonomi, ia mendorong pemerintah agar semakin berpihak kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), membuka lapangan kerja baru, serta menciptakan iklim investasi yang mampu memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi harus mampu dirasakan seluruh lapisan masyarakat. UMKM harus terus diberdayakan, lapangan kerja diperluas, dan iklim investasi dijaga agar mampu mendorong kesejahteraan warga Kota Medan,” pungkasnya.(Akbar)












