TERITORIAL24.COM,PANGKALAN KERINCI – Mengenang masa keemasan dan merawat sejarah perjuangan umat, Pengurus Daerah (PD) Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kabupaten Pelalawan bersiap menggelar agenda akbar Focus Group Discussion (FGD) dan Bedah Buku pada Ahad, 2 Agustus 2026 di Masjid Al Muhajirin, Pangkalan Kerinci.
Agenda yang dihelat untuk menyemarakkan Milad IKADI Se-Nasional ini akan membedah karya monumental bertajuk “Gelombang Dakwah di Negeri Bertuah” karya Ust. Muhammad Taufik HS, S.Ag., CWC.
Menariknya, acara ini tidak sekadar bedah buku biasa. PD IKADI Pelalawan memanfaatkannya sebagai momentum peluncuran gerakan “Digitalisasi Memoar Dakwah Pelalawan”—sebuah ikhtiar untuk membawa kisah heroik perjuangan dakwah masa lalu ke ruang digital agar dapat diakses dan diresapi oleh generasi muda (Z dan Milenial) hari ini.
Nostalgia Perjuangan: Jejak Bistatud Duat Sejak 2006
Buku yang dibedah merupakan rekam jejak emas IKADI Pelalawan periode 2006–2015, tepatnya pada masa awal pemekaran Kabupaten Pelalawan dari Kabupaten Kampar.
Kisah bermula saat Ust. Muhammad Taufik diutus langsung oleh Pengurus Pusat (PP) IKADI dari Jakarta sebagai Bistatud Duat (utusan dakwah) pada tahun 2006.
Bermodal pengalaman membina kader di Jakarta Barat, beliau berkolaborasi dengan Ust. H. Eddy Amran (Ketua IKADI Pelalawan kala itu, kini Ketua BAZNAS Provinsi Riau) untuk menggerakkan roda dakwah hingga ke pelosok desa.
Buku ini mendokumentasikan formula sukses pembinaan para Dai Bina Desa di berbagai kecamatan, seperti:
Kuala Kampar: Ust. Mulyono
Teluk Meranti: Ust. Zamri
Kerumutan: Akhid Sulistio
Pangkalan Kuras: Ust. Mahir Fahmi
Bandar Petalangan: Kusnanto
Ukui: Suwandi
Pelalawan: Saiful
Sei Kijang: H. Badaruddin
Langgam: Ust. H. Fadhli Rahman
Bunut: H. Khairuli
Pangkalan Lesung: Ismu Bani
Simbolisasi Estafet Juang dan Mini-Series Podcast
Ketua PD IKADI Pelalawan, Ust. Agus Ghufron Tamami, M.A., menegaskan bahwa sejarah ini harus melintasi zaman.
“Kami ingin pengurus baru meneladani masa keemasan dakwah IKADI Pelalawan sepanjang tahun 2006–2015, sehingga kita bisa memulai sejarah baru yang lebih gemilang,” ujarnya.












