Religi

Usai Ikuti Jord Qudamak di Markaz Marelan, Tujuh Jamaah Halaqoh Medan Barat Gerak Dakwah ke Bukittinggi

53
×

Usai Ikuti Jord Qudamak di Markaz Marelan, Tujuh Jamaah Halaqoh Medan Barat Gerak Dakwah ke Bukittinggi

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN – Usai mengikuti kegiatan Jord Qudamak di Markaz Marelan, tujuh jamaah Halaqoh Medan Barat melanjutkan perjalanan untuk menjalankan gerak dakwah ke Bukittinggi, Sumatera Barat.

Rombongan tersebut berangkat Senin sore, 10 Agustus 2026, dengan tujuan awal Markaz Kota Bukittinggi. Gerak dakwah itu direncanakan berlangsung selama empat bulan.

Jamaah dipimpin Ustadz Nasrun selaku amir. Seluruh anggota rombongan selanjutnya akan menjalani kegiatan secara berjamaah selama berada di Sumatera Barat.

Keberangkatan menuju Bukittinggi menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang sebelumnya diawali dengan Jord Qudamak di Markaz Marelan.

Pertemuan tersebut menjadi momentum berkumpulnya para jamaah sekaligus memperkuat silaturahmi dan kesiapan sebelum melakukan perjalanan dakwah.

Setelah kegiatan di Markaz Marelan selesai, rombongan mempersiapkan perjalanan menuju Bukittinggi. Dari markaz di kota tersebut, jamaah akan mengikuti program dan arahan kegiatan selama menjalankan gerak dakwah.

 

Tujuh Jamaah, Dipimpin Ustadz Nasrun

 

Tujuh jamaah yang berangkat berasal dari Halaqoh Medan Barat. Ustadz Nasrun dipercaya menjadi amir yang mengoordinasikan perjalanan dan aktivitas rombongan selama berada di daerah tujuan.

Bagi jamaah, gerak dakwah bukan semata perjalanan dari satu daerah ke daerah lain. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas silaturahmi, belajar bersama jamaah setempat serta menghidupkan suasana keagamaan di lingkungan yang dikunjungi.

Selama berada di Bukittinggi dan wilayah sekitarnya, rombongan akan mengikuti kegiatan bersama jamaah setempat sesuai dengan program yang telah ditentukan.

 

Empat Bulan Fokus dalam Gerak Dakwah

 

Program selama empat bulan membutuhkan kesiapan waktu dan mental. Para jamaah untuk sementara meninggalkan rutinitas masing-masing untuk menjalankan kegiatan dakwah secara berjamaah.

Dalam perjalanan tersebut, kebersamaan menjadi salah satu hal yang dijaga. Musyawarah, saling membantu dan mengingatkan dalam kegiatan ibadah menjadi bagian dari kehidupan jamaah selama menjalankan program.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *