Religi

Aktivis Dakwah Kampus UNRI Diajak Luruskan Orientasi Kuliah

139
×

Aktivis Dakwah Kampus UNRI Diajak Luruskan Orientasi Kuliah

Sebarkan artikel ini

Mabit LDK Ar-Royan Angkat Isu Pragmatisme, Kecemasan Masa Depan, dan Makna Kuliah sebagai Ibadah

Ustadz Muh Taufik HS, S.Ag., CWC dijadwalkan menjadi narasumber utama dalam kegiatan Mabit Tasqif bertema “Dakwah, Tapi... Untuk Apa? Meluruskan Orientasi Kehidupan dan Dakwah” yang digelar LDK Ar-Royan UNRI pada Jumat malam, 14 Agustus 2026(Ist)

TERITORIAL24.COM, PEKAN BARU – Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Ar-Royan Universitas Riau (UNRI) akan menggelar Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit) pada Jumat malam, 14 Agustus 2026.

Kegiatan yang dipusatkan di Musholla Fakultas Pertanian UNRI ini ditujukan bagi para kader dan aktivis dakwah kampus di lingkungan UNRI.

Mengangkat tema “Dakwah, Tapi… Untuk Apa? Meluruskan Orientasi Kehidupan dan Dakwah”, Mabit tersebut diarahkan menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa untuk kembali memikirkan tujuan menuntut ilmu, menjalani kehidupan kampus, serta mempersiapkan masa depan.

Meskipun lokasi kegiatan berada di Fakultas Pertanian, panitia menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak khusus untuk mahasiswa Fakultas Pertanian, melainkan terbuka bagi kader dan aktivis dakwah kampus UNRI.

Kuliah Bukan Sekadar Jalan Menuju Pekerjaan

Kegiatan ini akan menghadirkan Ustadz Muh Taufik HS, S.Ag., CWC sebagai narasumber utama.

Ia merupakan Kepala Bidang Bina Pribadi Islami (BPI) JSIT Riau, penulis buku dakwah dan trainer Bimtek BPI, serta aktif dalam berbagai kajian kampus dan parenting.

Dalam kajian yang mengangkat tema Tazkiyatun Nafsi atau penyucian jiwa, mahasiswa akan diajak melihat kembali orientasi kehidupan di tengah berbagai tuntutan yang dihadapi generasi muda.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah kecenderungan memandang pendidikan semata-mata sebagai sarana memperoleh pekerjaan, penghasilan, jabatan atau pencapaian material.

Padahal, dalam perspektif Islam yang akan diangkat dalam kegiatan tersebut, menuntut ilmu memiliki dimensi ibadah dan tanggung jawab.

Ilmu diharapkan tidak hanya menghasilkan kompetensi profesional, tetapi juga membentuk pribadi yang memiliki integritas dan kepedulian sosial.

Menjawab Kecemasan tentang Masa Depan

Masa depan juga menjadi bagian penting dari pesan yang hendak dibawa melalui Mabit.

Mahasiswa pada fase akhir pendidikan tidak jarang berhadapan dengan pertanyaan mengenai pekerjaan, rezeki, karier dan posisi mereka setelah menyelesaikan kuliah.

Karena itu, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk membangun ketenangan batin sekaligus cara pandang yang lebih proporsional terhadap masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *