Religi

Maulid Nabi di Pangkalan Kerinci, Ustadz Muh Taufik Ajak Jamaah Teladani Rasulullah di Tengah Ujian Kabut Asap

69
×

Maulid Nabi di Pangkalan Kerinci, Ustadz Muh Taufik Ajak Jamaah Teladani Rasulullah di Tengah Ujian Kabut Asap

Sebarkan artikel ini

Maulid Nabi di Masjid As Salam menjadi momentum memperkuat ruhiyah, meneladani akhlak Rasulullah SAW, serta membangun keluarga dan generasi dengan kasih sayang.

TERITORIAL24.COM,PELALAWAN – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW akan digelar di Masjid As Salam, Jalan Seminai, Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau, Ahad, 30 Agustus 2026, mulai pukul 20.30 WIB hingga selesai.

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat ruhiyah masyarakat di tengah kondisi kabut asap yang dalam sepekan terakhir menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Pelalawan.

Maulid Nabi kali ini menghadirkan Ustadz Muh Taufik, HS, S.Ag, CWC sebagai penceramah. Tausiyah mengangkat tema “Keteladanan: Laksana Air Tawar yang Jernih dan Menyegarkan serta Mendidik dengan Jiwa dan Rasa.”

Ustadz Muh Taufik mengatakan, Maulid Nabi tidak seharusnya hanya dimaknai sebagai momentum mengenang kelahiran Rasulullah SAW. Lebih dari itu, peringatan tersebut harus menjadi ruang untuk menghadirkan kembali keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

«“Di tengah ujian kabut asap yang sedang kita hadapi, kita membutuhkan kekuatan ruhiyah dan keteguhan hati. Rasulullah SAW hadir dengan keteladanan yang laksana air tawar, jernih dan menyegarkan, yang menghidupkan hati serta menguatkan jiwa bagi siapa saja yang mengikuti jejaknya,” ujar Ustadz Muh Taufik, Sabtu (29/8/2026).»

Menurutnya, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, termasuk dampak kabut asap terhadap aktivitas pendidikan, pekerjaan dan kehidupan sehari-hari, perlu dihadapi dengan keteguhan hati serta semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa, zikir dan selawat.

Keteladanan Rasulullah sebagai Penyejuk Jiwa

Dalam tausiyahnya, Ustadz Muh Taufik akan mengulas makna keteladanan atau al-qudwah dengan merujuk pada kitab Zaadul Maad karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah.

Rasulullah SAW akan menjadi sosok utama yang diteladani karena kehadiran beliau membawa kesejukan, perubahan dan kemuliaan akhlak.

Keteladanan tersebut bukan sekadar ajaran dalam bentuk ucapan, tetapi nilai yang nyata dan dapat diterapkan dalam kehidupan.

Jamaah juga akan diajak merenungkan makna kebahagiaan yang sesungguhnya. Kebahagiaan, menurutnya, tidak semata-mata ditentukan oleh ketenaran, kekayaan maupun kekuasaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *