Religi

Maulid Nabi di Pangkalan Kerinci, Ustadz Muh Taufik Ajak Jamaah Teladani Rasulullah di Tengah Ujian Kabut Asap

70
×

Maulid Nabi di Pangkalan Kerinci, Ustadz Muh Taufik Ajak Jamaah Teladani Rasulullah di Tengah Ujian Kabut Asap

Sebarkan artikel ini

Maulid Nabi di Masjid As Salam menjadi momentum memperkuat ruhiyah, meneladani akhlak Rasulullah SAW, serta membangun keluarga dan generasi dengan kasih sayang.

Sebaliknya, kesombongan, ego dan orientasi berlebihan terhadap kepentingan duniawi dapat menjauhkan manusia dari kemuliaan.

Berbagai kisah kehidupan pada masa Rasulullah SAW akan menjadi bahan refleksi mengenai bagaimana perubahan dapat dibangun melalui akhlak dan keteladanan.

Teladan Rasulullah SAW dalam Kehidupan Keluarga

Kajian Maulid juga akan mengupas keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan rumah tangga.

Merujuk pada hadis yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari, Rasulullah SAW dikenal turut membantu berbagai urusan keluarga. Teladan tersebut menggambarkan pentingnya kerja sama, kasih sayang dan tanggung jawab dalam membangun rumah tangga.

Ustadz Muh Taufik menilai keteladanan Rasulullah SAW dalam keluarga relevan untuk terus dihidupkan agar kehidupan rumah tangga tidak dikuasai ego, melainkan dibangun atas dasar saling menghargai dan membantu.

«“Rasulullah SAW tidak hanya mengajarkan kebaikan melalui ucapan, tetapi memberikan contoh nyata dalam kehidupan. Keteladanan itu harus kita hadirkan kembali, terutama dalam keluarga, agar rumah tangga menjadi tempat tumbuhnya kasih sayang dan akhlak yang baik,” katanya.»

Mendidik Anak dengan Jiwa dan Rasa

Aspek lain yang menjadi perhatian dalam kajian tersebut adalah pendidikan anak yang dibangun melalui kedekatan emosional, kasih sayang dan kepekaan.

Ustadz Muh Taufik akan mengulas metode pendidikan Rasulullah SAW, di antaranya melalui dialog edukatif dengan Ibnu Abbas RA serta berbagai teladan yang menunjukkan kepekaan Rasulullah terhadap kondisi dan perasaan anak.

Salah satu kisah yang menjadi perhatian adalah riwayat ketika Rasulullah SAW mempercepat salat berjamaah setelah mendengar tangisan seorang bayi karena memahami perasaan ibu yang sedang mendampingi anaknya.

Menurutnya, teladan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan tidak cukup hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga harus menyentuh jiwa dan rasa.

«“Kita ingin mengetuk kembali kesadaran masyarakat tentang bagaimana mendidik keluarga dan anak-anak. Masa depan generasi kita harus dibangun dengan akidah yang kuat, akhlak yang baik, kasih sayang dan keteladanan Rasulullah SAW,” ujar Ustadz Muh Taufik.»

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *