Sumatera Utara

Sekolah Jauh, Ongkos Mahal, Pemprov Sumut Siapkan 33 Bus Gratis buat Pelajar

307
×

Sekolah Jauh, Ongkos Mahal, Pemprov Sumut Siapkan 33 Bus Gratis buat Pelajar

Sebarkan artikel ini

MEDAN I TERITORIAL24.COM — Ada anak sekolah yang problem paginya cuma belum sempat sarapan. Ada juga yang problemnya lebih mendasar: sekolahnya jauh, kendaraan tidak ada, sementara ongkos pulang-pergi tidak bisa dibayar dengan semangat belajar.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tampaknya sedang mencoba mengurus persoalan yang kedua.

Dinas Perhubungan Sumut menyiapkan 33 bus perintis gratis untuk pelajar di lima kabupaten pada 2026.

Bus tersebut akan beroperasi di Nias Utara, Samosir, Batubara, Padang Lawas Utara, dan Asahan.

Program ini menyasar wilayah terpencil, tertinggal, terluar, dan perbatasan alias 3TP.

Targetnya sederhana: anak sekolah bisa berangkat dan pulang tanpa harus menjadikan ongkos transportasi sebagai mata pelajaran tambahan.

Kepala Dinas Perhubungan Sumut Yuda Pratiwi Setiawan mengatakan program tersebut merupakan program strategis daerah yang dicanangkan Gubernur Sumut. Transportasi gratis terutama diberikan kepada pelajar yang jarak rumahnya cukup jauh dari sekolah.

Maklum, bagi sebagian pelajar, “sekolah dekat rumah” mungkin terdengar seperti kemewahan.

 

33 bus untuk lima kabupaten

 

Dari 33 unit bus yang disiapkan tahun ini, Nias Utara mendapat sembilan unit. Sementara Samosir, Padang Lawas Utara, Batubara, dan Asahan masing-masing memperoleh enam unit.

Jenis kendaraannya pun disesuaikan dengan kondisi wilayah.

Asahan, Batubara, dan Padang Lawas Utara menggunakan bus Hiace. Samosir menggunakan bus L, sedangkan Nias Utara menggunakan mobil Carry karena daerah tersebut disebut belum memiliki angkutan transportasi eksisting yang memadai.

Jadi, jangan bayangkan bus perintis ini seperti armada bus kota yang tiap lima menit lewat di depan rumah. Ini memang dirancang untuk wilayah yang persoalan transportasinya tidak sesederhana menunggu angkutan di pinggir jalan.

 

Setiap kabupaten mendapat alokasi Rp600 juta selama satu tahun.

 

Namun, Pemprov Sumut menegaskan tidak membeli ataupun menyewa bus. Pemerintah membeli layanan transportasinya melalui kerja sama dengan operator daerah atau pihak ketiga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *