Jarak pelayanan maksimal disebut mencapai 60 kilometer per hari.
Tahun ini lima daerah, nanti tambah lagi
Program tersebut rupanya tidak berhenti di lima kabupaten.
Dishub Sumut menyebut pada 2027 layanan akan diperluas ke 10 daerah. Kemudian 15 daerah pada 2028. Pada 2029–2030, targetnya layanan menjangkau seluruh 18 kabupaten/kota yang menjadi wilayah prioritas.
Angka 18 daerah itu berasal dari kajian Bapperida Sumut. Dari 33 kabupaten/kota di Sumut, terdapat 18 daerah yang dinilai masih masuk kategori wilayah tertinggal dan berada di bawah garis kemiskinan.
Artinya, kalau semuanya berjalan sesuai rencana, urusan mencari kendaraan untuk berangkat sekolah perlahan tidak lagi menjadi beban sebagian pelajar di wilayah tersebut.
Setidaknya begitu target di atas kertas.
Program bus perintis ini direncanakan diluncurkan paling cepat pekan depan di Asahan dan dijadwalkan diresmikan langsung oleh Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution.
Mudah-mudahan busnya nanti bukan cuma rajin muncul saat seremoni peluncuran.
Sebab bagi pelajar di daerah terpencil, yang dibutuhkan bukan foto peresmian dengan latar belakang bus, melainkan bus yang benar-benar datang ketika mereka harus berangkat sekolah.
Kalau layanan itu konsisten, program ini bukan sekadar soal bus gratis. Ini soal memastikan jarak antara rumah dan sekolah tidak berubah menjadi alasan seorang anak harus berhenti mengejar pendidikan.(Akbar)












