MEDAN | TERITORIAL24.COM — Ada satu tradisi yang dulu rasanya mudah ditemukan di lingkungan warga: gotong royong. Kini, tradisi itu tampaknya ingin dihidupkan lagi oleh Pemerintah Kota Medan, setidaknya sebulan sekali.
Lokasinya kali ini di kawasan Islamic Center, Medan Labuhan. Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap memimpin langsung kegiatan bersih-bersih pada Sabtu (26/9/2026).
Namun, Zakiyuddin rupanya tidak ingin kegiatan tersebut berhenti sebagai agenda bersih-bersih yang ramai sehari, lalu kawasan kembali seperti semula beberapa hari kemudian.
Ia menargetkan gotong royong dilakukan minimal sebulan sekali dan menyebar ke berbagai wilayah di seluruh kecamatan Kota Medan.
“Kita berkomitmen untuk bersama-sama melakukan kegiatan ini, insyaallah minimal sebulan sekali. Tidak hanya hari ini, tetapi berlanjut di berbagai wilayah di seluruh kecamatan yang ada di Kota Medan,” kata Zakiyuddin.
Menurut Zaki, urusan kebersihan memang tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah. Sebab, pemerintah bisa mengangkut sampah, membersihkan lingkungan, dan menyiapkan petugas. Tapi kalau setelah itu warga kembali membuang sampah sembarangan, ya bersihnya cuma numpang lewat.
Karena itu, ia mengajak masyarakat ikut merawat lingkungan setelah kegiatan gotong royong selesai.
“Kita harapkan masyarakat ikut menjaga kebersihan lingkungan. Jangan hanya mengandalkan pemerintah, tetapi mari kita lakukan bersama-sama,” ujarnya.
Zakiyuddin menyebut kegiatan tersebut juga merupakan tindak lanjut arahan Presiden untuk mendorong lingkungan yang lebih asri, sehat, dan nyaman.
Selain kebersihan, kegiatan gotong royong dinilai bisa menjadi cara sederhana untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan dan kebugaran.
Dalam kegiatan tersebut, Zakiyuddin didampingi Anggota DPR RI Ade Jona Prasetyo dan M. Husni, Anggota DPRD Kota Medan Tia Ayu Anggraini, Camat Medan Labuhan Elias Padang, Camat Medan Deli M. Aidiel Putra Pratama, para lurah, serta petugas P3SU kecamatan.
Jadi, tantangannya sekarang bukan sekadar membuat Islamic Center bersih pada Sabtu pagi. Tantangan sebenarnya adalah memastikan semangat gotong royong tidak ikut dibersihkan dari kalender setelah kegiatan selesai.(Akbar)












