Kota Medan

Jelajah Wisata Budaya ke-4, Rico Waas Kenalkan Medan sebagai Destinasi Multikultur

84
×

Jelajah Wisata Budaya ke-4, Rico Waas Kenalkan Medan sebagai Destinasi Multikultur

Sebarkan artikel ini

MEDAN I TERITORIAL24.COM – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong keberagaman budaya dan kehidupan multikultur di Kota Medan menjadi kekuatan baru untuk mendongkrak sektor pariwisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

Hal itu disampaikan Rico Waas saat menyambut peserta Jelajah Wisata Budaya (JWB) ke-4 dalam acara Welcome Dinner di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Medan, Senin (5/10/2026) malam.

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata Erwita Dianti, Asisten Ekbang Citra Effendi Capah, Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan M. Odi Anggi Batubara serta Ketua ASPPI DPD Sumut Achmad Fauzi Lubis.

Di hadapan para buyer dari Thailand, Malaysia, Singapura dan sejumlah daerah di Indonesia, Rico mengatakan Medan merupakan kota multikultur, multiagama dan multiras dengan masyarakat yang hidup berdampingan secara harmonis.

Menurutnya, keberagaman budaya Melayu, Batak, Jawa, Karo, Minang, Aceh, Tionghoa hingga India merupakan potensi wisata yang harus terus diperkenalkan kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Medan memiliki keberagaman budaya yang luar biasa. Masyarakatnya terbiasa mengenakan dan merayakan berbagai tradisi budaya yang ada,” kata Rico.

Ia mengatakan Pemerintah Kota Medan juga terus memberikan ruang bagi berbagai perayaan keagamaan dan kebudayaan, seperti Thaipusam, Deepavali hingga Imlek.

Karena itu, Rico menilai pelaksanaan JWB ke-4 di Kota Medan sangat tepat untuk memperkenalkan kekayaan tersebut kepada para pelaku industri pariwisata.

“Sangat tepat JWB ke-4 ini dilaksanakan di Medan karena kota ini unlimited to explore,” ujarnya.

 

Kembangkan Kawasan Strategis Pariwisata

 

Rico mengungkapkan Pemko Medan tengah menyiapkan sejumlah kawasan strategis pariwisata, di antaranya Lapangan Merdeka, Kesawan, Kota Tua, Istana Maimun, Masjid Raya dan Taman Sri Deli.

Pengembangan kawasan tersebut, kata dia, tidak hanya bertujuan memperkuat daya tarik wisata, tetapi juga diharapkan memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *