JAKARTA I TERITORIAL24.COM – Aksi demonstrasi yang digelar Aliansi Pemuda Mahasiswa Peduli Indonesia (APMPEMUS) di depan kantor DANANTARA, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (6/10/2026), sempat diwarnai ketegangan.
Aksi yang berlangsung sekitar pukul 14.25 WIB itu awalnya berjalan damai. Namun, massa mengaku sempat dihalangi ketika hendak menyampaikan aspirasi di depan pintu masuk kantor DANANTARA.
Massa kemudian bergeser ke pintu keluar. Di lokasi tersebut, mereka kembali mendapat pengamanan dan diminta tidak melakukan aksi di sekitar area kantor.
Menurut pihak kepolisian, pembatasan tersebut dilakukan karena Presiden sedang berada di dalam gedung untuk mengikuti rapat.
Dalam aksinya, APMPEMUS membawa sejumlah spanduk berisi tuntutan, termasuk meminta CEO DANANTARA memanggil, memeriksa, dan mencopot Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Krisna Santosa.
Koordinator Lapangan APMPEMUS, Faidul Anwar, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap Indonesia dan keberlangsungan perusahaan perkebunan milik negara.
“Kita demo hari ini sebagai bentuk kecintaan kita terhadap Indonesia, agar PTPN yang berada di bawah koordinasi DANANTARA bisa terus maju dan mendapatkan untung lebih besar lagi,” ujar Faidul dalam orasinya.
Ia juga meminta pihak DANANTARA menindaklanjuti sejumlah dugaan persoalan yang mereka bawa dalam aksi tersebut.
“Kita minta CEO DANANTARA segera panggil, periksa dan copot Dirut PTPN IV PalmCo Jatmiko Krisna Santosa dari jabatannya, karena kami duga ia dalang KKN di lingkungan PTPN IV,” katanya.
APMPEMUS mengklaim membawa 42 poin dugaan permasalahan, termasuk dugaan praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), yang menurut mereka perlu mendapat perhatian manajemen DANANTARA.
Sementara itu, Ketua APMPEMUS, Iqbal, mengaku mendapat ancaman saat aksi berlangsung. Ia menyebut ancaman tersebut sebagai bentuk pembungkaman terhadap penyampaian aspirasi.
“Saat demo kami sempat diancam mau dibunuh. Ini adalah bentuk pembungkaman demokrasi, negara jangan diam,” ujar Iqbal.












