Blitar Raya

Mabesad Turun Langsung Awasi TMMD Ke-130 di Tulungagung, Pastikan Pembangunan Tepat Sasaran dan Berkualitas

61
×

Mabesad Turun Langsung Awasi TMMD Ke-130 di Tulungagung, Pastikan Pembangunan Tepat Sasaran dan Berkualitas

Sebarkan artikel ini

TULUNGAGUNG I TERITORIAL24.COM – Komitmen TNI Angkatan Darat dalam mempercepat pembangunan wilayah pedesaan kembali ditunjukkan melalui pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-130 di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Untuk memastikan seluruh program berjalan sesuai sasaran, Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad) menerjunkan Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev), Selasa (3/11/2026).

Kunjungan Tim Wasev ini bukan sekadar kegiatan pemantauan rutin, melainkan bagian penting dari upaya memastikan kualitas pembangunan, ketepatan waktu pengerjaan, serta manfaat nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Hal tersebut ditegaskan Kolonel Arh Budyanto Putro Sudarsono saat memberikan arahan di Balai Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung.

Menurutnya, pengawasan dilakukan secara langsung ke seluruh titik sasaran guna memastikan setiap program TMMD, baik pembangunan fisik maupun kegiatan nonfisik, terlaksana sesuai perencanaan dan kebutuhan masyarakat.

“Kami turun langsung ke seluruh titik sasaran untuk memastikan proyek infrastruktur berjalan sesuai standar kualitas, tepat waktu, dan yang paling utama, benar-benar menjawab kebutuhan dasar masyarakat setempat,” tegas Budyanto.

Dalam kunjungan tersebut, Kolonel Arh Budyanto Putro Sudarsono yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dinas Penerangan Angkatan Darat (Sesdispenad), didampingi rombongan Tim Wasev, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tulungagung, serta Dansatgas TMMD Ke-130.

Rombongan meninjau langsung sejumlah lokasi pembangunan di Desa Pojok dan wilayah sekitarnya. Fokus pemeriksaan meliputi pengerasan jalan penghubung antardusun yang diharapkan mampu memperlancar mobilitas dan aktivitas ekonomi warga.

Selain itu, Tim Wasev juga memeriksa program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi keluarga prasejahtera serta pembangunan dan perbaikan fasilitas umum yang menjadi kebutuhan masyarakat desa.

Tidak hanya pembangunan infrastruktur, evaluasi juga menyasar berbagai kegiatan nonfisik, seperti penyuluhan wawasan kebangsaan, edukasi kesehatan, hingga peningkatan pelayanan publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *