TERITORIAL24.COM,Batam, Kepri- Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Provinsi Kepulauan Riau, Fauzan, mengeluarkan pernyataan tegas terkait perlindungan terhadap insan pers dan seluruh jajaran kepengurusan AKPERSI, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Dalam pesannya, Fauzan menekankan bahwa aparat penegak hukum (APH) diharapkan membuka ruang seluas-luasnya bagi seluruh pengurus AKPERSI, termasuk Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di kabupaten dan kota, untuk menjalin komunikasi serta kerja sama dalam rangka menegakkan kebenaran dan memberantas praktik-praktik ilegal.
“Kami berkomitmen untuk menumpas ketidakbenaran, termasuk praktik mafia barang ilegal dan perampokan uang rakyat. Untuk itu, jangan main-main dengan seluruh media yang tergabung dalam AKPERSI,” tegas Fauzan.
Fauzan juga menyampaikan bahwa dirinya tidak akan mundur sedikit pun jika jajarannya atau wartawan yang tergabung dalam AKPERSI mendapat intimidasi atau ancaman.

Lebih lanjut, Fauzan meminta agar seluruh pengurus dan perwakilan DPC AKPERSI tetap menjaga komunikasi dengannya, khususnya apabila terdapat kendala atau tekanan di lapangan, sehingga dapat diambil langkah yang tepat dan terukur.
“Saya tidak akan tinggal diam jika anggota saya diusik. Ingat, kalian secara tidak langsung berhadapan dengan saya. Jiwa dan raga ini siap jika AKPERSI di Kepri terusik. Jangan coba-coba mengancam, satu peluru siap bersarang di kepala. Saya tidak main-main,” imbuhnya.
Dalam penyampaiannya, Fauzan menegaskan bahwa profesi wartawan adalah profesi mulia yang bertugas menyampaikan informasi kepada publik, meskipun terkadang kebenaran yang disampaikan terasa pahit.
“Kami wartawan independen. Tidak ada yang bisa mengatur-atur kami. Kalau kau naik berita, ya santai saja. Jangan pilih-pilih, yang panas jangan, yang dingin boleh. Tidak bisa seperti itu,” ucapnya.












