Nasional

Warna-warni Medan di Surabaya, Rico Waas Tampilkan Budaya Toba di Karnaval APEKSI

516
×

Warna-warni Medan di Surabaya, Rico Waas Tampilkan Budaya Toba di Karnaval APEKSI

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, SURABAYA – Langkah tegas Wali Kota Medan Rico Waas di sepanjang Jalan Tunjungan hingga pusat kota Surabaya malam itu bukan sekadar seremoni.

Bersama sang istri, Ny. Airin Rico Waas, keduanya tampil mencolok dalam balutan pakaian adat Suku Toba—menjadi simbol kuat hadirnya Kota Medan dalam panggung budaya nasional.

Itulah suasana Karnaval Budaya APEKSI 2025, Jumat malam (9/5/2025), yang menjadi bagian dari Musyawarah Nasional Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Surabaya.

Kota Medan hadir bukan sekadar sebagai peserta, tapi sebagai representasi dari keragaman etnik yang menjadi denyut nadi kota multikultural itu.

Dari sepanjang jalan yang dipenuhi riuh masyarakat Surabaya, delegasi Kota Medan mencuri perhatian. Tak hanya karena kehadiran sang wali kota yang tampil membaur, tetapi juga karena komitmen Medan membawa identitas lokalnya ke kancah nasional.

Rombongan Medan menampilkan kekayaan adat dari berbagai suku di ibu kota Sumatera Utara, mulai dari Melayu Deli, Karo, Mandailing, hingga Toba.

“Karnaval ini bukan sekadar pertunjukan, tapi ruang untuk merayakan identitas dan merawat persatuan,” ujar Rico Waas usai acara.

Ia menyebutkan, keikutsertaan Medan dalam Karnaval Budaya APEKSI adalah bentuk nyata komitmen kota dalam merawat keberagaman dan memperkuat jaringan antar kota di Indonesia.

Karnaval Budaya telah menjadi agenda tahunan dalam setiap Munas APEKSI.

Selain memperlihatkan kebinekaan, ajang ini juga menjadi panggung diplomasi budaya antar daerah. Ribuan pasang mata masyarakat Surabaya malam itu menjadi saksi bagaimana kota-kota dari berbagai penjuru tanah air memamerkan pesona masing-masing.

Rombongan Medan malam itu juga turut didampingi sejumlah pejabat teras, seperti Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Sosial M. Sofyan, Kepala Bappeda Benny Iskandar, Kadis Kominfo Arrahman Pane, Kadis Pariwisata Odie Batubara, hingga Kabag Prokopim Agha Novrian.

Dari sisi substansi, keikutsertaan Kota Medan di karnaval budaya ini juga sejalan dengan upaya membumikan pariwisata kota sebagai instrumen pembangunan. Kadis Pariwisata Odie Batubara menyebut, Medan sedang menyiapkan berbagai program yang bersifat inklusif untuk mengangkat budaya lokal sebagai kekuatan daya tarik wisata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *