Dalam balutan malam Surabaya yang semarak, semangat persatuan tak hanya terucap dalam pidato dan seremoni.
Ia hadir dalam langkah para wali kota, tawa warga, dan irama musik tradisional yang bersahut-sahutan di tengah lautan budaya.
Dan dari sana, Kota Medan kembali menegaskan bahwa ia bukan hanya kota perdagangan, tapi juga kota kebudayaan.(Anggi)












