Nasional

Medan Menantang Kota-Kota Besar, Siap Guncang Rakernas APEKSI 2026

512
×

Medan Menantang Kota-Kota Besar, Siap Guncang Rakernas APEKSI 2026

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, SURABAYA — Suasana Sidang Pleno IV APEKSI di lantai IV Grand City Surabaya, Jumat siang, 9 Mei 2025, seketika riuh ketika nama Medan diumumkan sebagai tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVII APEKSI 2026.

Empat dari enam Komisariat Wilayah sepakat menunjuk ibukota Sumatra Utara itu, mengungguli Singkawang yang menjadi pesaing terdekat.

Di tengah dinamika forum yang dinamis, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, tampil percaya diri.

Ia menyampaikan presentasi yang bukan sekadar teknokratis, tapi juga menggugah. “Kota Medan: Feel the Asia,” ujar Rico, menyebut tema besar yang diajukan Medan untuk Rakernas mendatang.

Sebuah ajakan yang terasa seperti janji: bahwa Asia yang kaya warna bisa dirasakan nyata di kota ini.

Rico menyebut Medan sebagai simpul pertemuan berbagai peradaban Asia.

Kota ini, katanya, bukan sekadar ruang urban, tapi tempat berpijak beragam etnis, agama, dan budaya. “Di Medan, perbedaan bukan tantangan, tapi kekuatan,” ucapnya.

Sebagai metropolitan terbesar di Sumatra, Medan tak hanya mengandalkan pesona budaya. Infrastruktur menjadi kartu truf lainnya.

Bandara Internasional Kualanamu, konektivitas darat dan laut, hotel, pusat konvensi, hingga dukungan fasilitas teknologi informasi dinilai sudah siap menjamu perhelatan nasional.

Kota Medan kini tengah menjalani fase transformasi besar: digitalisasi tata kelola pemerintahan, peningkatan layanan publik, dan pengembangan kualitas sumber daya manusia.

Dalam konteks ini, Rakernas APEKSI bukan hanya agenda seremonial, melainkan panggung kolaboratif untuk ide-ide segar dalam membangun kota yang tangguh dan inklusif.

Medan menjanjikan lebih dari sekadar lokasi. Para peserta Rakernas akan diajak menyelami harmoni multikultural di kawasan bersejarah Kesawan, merasakan spiritualitas di Masjid Raya Al-Mashun dan Gereja Katolik tua di Jalan Pemuda, menyusuri jejak sejarah Tjong A Fie, hingga menikmati ragam kuliner dari lapisan etnik yang melebur dalam satu meja.

“Rakernas ini bukan sekadar ruang kerja, tapi ruang gagasan. Medan ingin menjadi rumah besar bagi kota-kota di Indonesia yang ingin bertukar pikiran, menguatkan solidaritas, dan membangun masa depan bersama,” kata Rico menutup presentasinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *