Daerah

Aliansi Gerakan Mahasiswa Bersatu Gelar Aksi Evaluasi 100 Hari Kepemimpinan Wali Kota Wesly di Pematangsiantar

485
×

Aliansi Gerakan Mahasiswa Bersatu Gelar Aksi Evaluasi 100 Hari Kepemimpinan Wali Kota Wesly di Pematangsiantar

Sebarkan artikel ini
Aksi Aliansi ini berlangsung damai dan tertib dengan pengawalan dari aparat keamanan(Teritorial)

TERITORIAL24.COM,PEMATANG SIANTAR- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Mahasiswa Bersatu menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Pematangsiantar pada 13 Juni 2025 sebagai bentuk evaluasi terhadap 100 hari kepemimpinan Wali Kota Wesly.

Aksi Aliansi ini berlangsung damai dan tertib dengan pengawalan dari aparat keamanan.

Aksi ini diwarnai dengan orasi, pembacaan pernyataan sikap Aliansi, serta penyampaian tuntutan secara langsung kepada Wali Kota.

Mahasiswa menyoroti kinerja pemerintahan Wesly yang dinilai gagal merealisasikan 13 program prioritas yang dijanjikan saat kampanye.

Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pematangsiantar-Simalungun, Robert Hidayat Pardosi, menjadi salah satu orator utama dalam aksi tersebut.

Ia menegaskan bahwa aksi ini adalah bentuk kekecewaan mahasiswa terhadap arah kepemimpinan Wesly yang dianggap tidak berpihak pada rakyat.

“Aksi ini adalah representasi dari kekecewaan kami, mahasiswa, terhadap kepemimpinan Wesly.”

“Ia tidak menunjukkan keberpihakan terhadap masyarakat Kota Pematangsiantar,” ujar Robert.

Selain itu, Panca, Koordinator Gerakan Aspirasi Mahasiswa Pembela Rakyat (GAMPAR), serta Kobab, perwakilan dari Kelompok Studi Pendidikan Merdeka (KSPM), turut menyampaikan pandangan dan tuntutan.

Mahasiswa menyebut bahwa banyak janji kampanye Wali Kota Wesly belum terealisasi.

Terutama yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat.

Mereka juga menyoroti dugaan pengaruh negatif dari elit birokrasi yang dinilai menghambat fokus pembangunan.

“Wali Kota seperti terjebak dalam lingkaran elit birokrasi yang tidak produktif.”

“Ini membahayakan karena pemimpin daerah semestinya bekerja untuk rakyat,” tegas Robert.

Tuntutan Mahasiswa:

1. Evaluasi menyeluruh terhadap kinerja aparatur Pemerintah Kota Pematangsiantar.

2. Prioritaskan anggaran dan kebijakan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, bukan sekadar fasilitas pemerintah atau tunjangan pegawai.

3. Realisasi janji-janji kampanye, khususnya 13 program prioritas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *