Daerah

DPC LSM Elang Mas Tapteng Tanggapi Keluhan Warga Desa Rawa Makmur Terkait Bantuan Jadup

171
×

DPC LSM Elang Mas Tapteng Tanggapi Keluhan Warga Desa Rawa Makmur Terkait Bantuan Jadup

Sebarkan artikel ini

Warga menilai pendataan bantuan jaminan hidup bagi korban bencana di Desa Rawa Makmur tidak tepat sasaran, DPC LSM Elang Mas Tapteng turun langsung menyerap aspirasi dan meminta penyaluran dilakukan secara transparan.

Puluhan warga Desa Rawa Makmur menyampaikan aspirasi mereka terkait penyaluran bantuan yang dinilai tidak tepat sasaran(foto:bahrimartandaphutauruk)

TERITORIAL24.COM,TAPTENG – Dugaan ketidakberesan dalam pendataan penerima bantuan jaminan hidup (Jadup) bagi korban bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi sorotan DPC LSM Elang Mas Tapteng.

Keluhan ini mencuat setelah puluhan warga Desa Rawa Makmur menyampaikan aspirasi mereka terkait penyaluran bantuan yang dinilai tidak tepat sasaran.

Kunjungan DPC LSM Elang Mas Tapteng ke Desa Rawa Makmur pada Sabtu, 14 Maret 2026, dipicu oleh munculnya daftar penerima bantuan yang dianggap tidak sesuai dengan kondisi riil masyarakat di lapangan.

Warga menilai masih banyak masyarakat yang benar-benar membutuhkan justru tidak terdaftar sebagai penerima bantuan.

Kondisi tersebut memicu kekecewaan dan kemarahan warga yang merasa pemerintah belum serius memperhatikan nasib masyarakat kecil, khususnya para korban bencana yang sangat membutuhkan bantuan jaminan hidup.

Ketua DPC LSM Elang Mas Tapteng, Immer Silitonga, menanggapi persoalan itu dengan menjelaskan bahwa pihak desa sebelumnya telah menyerahkan seluruh data warga yang diusulkan sebagai penerima bantuan kepada Dinas Sosial Tapanuli Tengah.

Sementara itu, Roi Sandi Pandiangan, yang hadir bersama puluhan warga dalam pertemuan dengan pengurus DPC LSM Elang Mas Tapteng di Desa Rawa Makmur, mengungkapkan bahwa data yang telah diserahkan ke pemerintah desa diduga berbeda dengan daftar penerima yang diumumkan kepada masyarakat.

“Semua data sudah kami serahkan ke pemerintah desa. Namun, data penerima yang ditempelkan di warung-warung tidak sesuai dengan data yang kami serahkan,” ujarnya.

Menurut warga, sebagian masyarakat terdampak bencana sudah menerima bantuan, namun sebagian lainnya belum mendapatkan hak yang sama.

Ketidakjelasan ini membuat warga mempertanyakan transparansi dan mekanisme penetapan penerima bantuan Jadup. Bahkan, masih ada warga terdampak yang belum masuk dalam pendataan.

Roi Sandi Pandiangan juga menambahkan, kejanggalan lain ditemukan dalam daftar penerima bantuan.

Beberapa nama yang tercantum disebut bukan berasal dari Desa Rawa Makmur, melainkan dari wilayah lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *