TERITORIAL24.COM, MEDAN-Ketegangan mencuat di Kota Medan menjelang rencana penyelenggaraan acara komunitas LGBT yang dijadwalkan berlangsung di salah satu hotel ternama pada 31 Juli 2025.
Aliansi besar ormas Islam Sumatera Utara pada Sabtu 12 juli 2025,menyatakan penolakan keras terhadap kegiatan tersebut dan mengultimatum akan menggelar aksi massa jika acara tidak dibatalkan.
Dalam konferensi pers yang digelar siang tadi, sejumlah pimpinan ormas Islam menyuarakan sikap tegas menolak segala bentuk kegiatan yang dianggap bertentangan dengan nilai-nilai agama dan budaya masyarakat Medan.
Turut hadir dalam konferensi tersebut para tokoh penting seperti Ustaz Zubeir, Ustaz Affan Lubis (Persada 212), Ustaz Satya Bara Yani (FPI Sumut), Ustaz Azhari (BP Formi Sumut), dan Ustaz Latif Ba Latif (MPTW Sumut).
Ustaz Zubeir menyampaikan bahwa acara tersebut dinilai sebagai bentuk provokasi terhadap norma agama dan moralitas masyarakat.
”Kami menolak keras acara yang berpotensi merusak tatanan moral generasi muda dan bertentangan dengan ajaran agama,” tegasnya.
Konferensi pers berlangsung penuh semangat, diwarnai seruan takbir dan yel-yel penolakan dari peserta yang hadir. Para pimpinan ormas menyatakan siap mengerahkan ribuan massa untuk turun ke jalan bila pihak penyelenggara tetap bersikeras menggelar acara tersebut.
Ustadz Muslim Istiqomah, S.E., S.S.Q., C.TP, yang turut mengikuti dan memberikan pernyataan kepada media, menegaskan bahwa penolakan ini bukan bentuk intoleransi.
”Melainkan bentuk penjagaan terhadap nilai-nilai luhur umat dan bangsa.”
”Kami menginginkan Sumatera Utara tetap menjadi daerah yang bermartabat, menjaga akhlak dan moralitas yang telah diwariskan oleh para pendahulu kita,” ucap Ustadz Muslim.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait ancaman aksi massa tersebut.
Sementara itu, situasi di Kota Medan terus dipantau secara intensif untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gesekan sosial.
Publik kini menanti langkah konkret dari pemerintah daerah dan aparat keamanan dalam merespons desakan ormas Islam tersebut.












