TERITORIAL24.COM, TEBING TINGGI –Gelaran Kejuaraan Silat Cimande Cup II se-Sumatera Utara kembali digelar dengan penuh semangat dan antusiasme.
Kota Tebing Tinggi menjadi tuan rumah bagi puluhan pesilat muda dari berbagai wilayah Sumut yang datang untuk bertanding dalam ajang bergengsi yang menggabungkan kompetisi, seni bela diri, dan tradisi leluhur, Sabtu(22/11/2025).
Salah satu tokoh penting yang hadir dalam acara pembukaan adalah Anda Yasser Albantani,.AMK, Anggota DPRD Kota Tebing Tinggi sekaligus mantan Ketua Silat Cimande.
Kehadiran Yasser memberi warna tersendiri karena ia dikenal sebagai sosok yang memiliki kedekatan sejarah dan emosional dengan dunia persilatan.
Sportivitas sebagai Jatidiri Petarung
Dalam sambutannya, Yasser memberikan pesan penuh makna kepada seluruh peserta.

Ia menekankan bahwa kejujuran dan sportivitas adalah napas bagi seorang pesilat.
“Selamat bertanding kepada seluruh peserta. Bertandinglah dengan sportif, jangan pernah curang, karena curang bukan ciri seorang petarung. Menang atau kalah adalah hal yang biasa dalam sebuah pertandingan,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat kuat bagi para peserta bahwa silat tidak hanya mengandalkan kemampuan fisik, tetapi juga integritas moral.
Cimande sebagai Warisan Budaya dan Pembentuk Karakter
Lebih jauh, Yasser menyampaikan bahwa Silat Cimande merupakan salah satu kekayaan budaya Nusantara yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Menurutnya, silat memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan budi pekerti.
“Silat Cimande berguna sebagai ilmu bela diri, pengembangan karakter, serta pelestarian tradisi dan budaya,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa latihan silat bukan hanya soal teknik, tetapi juga membina sikap keberanian, kedisiplinan, dan rasa hormat.
Nilai-nilai yang sangat penting untuk kehidupan bermasyarakat.
Tidak Semua Bisa Menjadi Petarung
Dalam bagian lain sambutannya, Yasser menekankan bahwa menjadi seorang petarung adalah anugerah sekaligus tanggung jawab besar.
“Menjadi seorang petarung tidak mudah. Ia membutuhkan fisik yang baik dan sehat. Anak-anak sekalian beruntung bisa menjadi petarung karena tidak semua orang bisa ikut,” katanya.












