“Ini membuktikan bahwa karya berbasis tradisi mampu beradaptasi dan berinovasi di era modern tanpa kehilangan akar budayanya,” tambahnya.
Airin juga menekankan bahwa pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan terhadap kain tradisional. Budaya Karo, kata dia, memiliki kekayaan yang lebih luas, mulai dari musik, bahasa, hingga adat istiadat yang perlu terus dikenalkan kepada generasi muda.
Ia berharap kehadiran Gallery Torose dapat menjadi salah satu ruang untuk memperluas kecintaan masyarakat terhadap tenun Karo sekaligus membuka peluang bagi pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya.
“Selamat kepada keluarga besar Torose atas lokasi barunya. Semoga tempat ini membawa semangat dan rezeki yang baru, serta semakin banyak masyarakat yang mencintai tenun Karo. Kemajuan usaha akan terasa lebih bermakna jika berjalan beriringan dengan pelestarian budaya,” tutup Airin.(Akbar)












