Sumatera Utara

Banjir Rendam Langkat, Polres Salurkan Bantuan Sembako dan Nasi Bungkus ke Pengungsi

265
×

Banjir Rendam Langkat, Polres Salurkan Bantuan Sembako dan Nasi Bungkus ke Pengungsi

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, LANGKAT — Banjir yang belakangan ini akrab menenggelamkan halaman rumah warga kini makin meluas di Kabupaten Langkat, Kamis (28/11/2025).

Polres Langkat turun tangan dengan membagikan bantuan kemanusiaan berupa sembako, perlengkapan darurat, dan makanan siap saji di beberapa titik pengungsian. Intinya: ketika air naik, bantuan juga harus ikut bergerak.

Kasat Intel Polres Langkat, AKP Mulyono, S.H., menyebut bantuan disalurkan ke pengungsi di Masjid Ash-Shalohin Desa Batu Malenggang dan Dusun II Desa Cempa, Kecamatan Hinai.

Selain itu, 250 nasi bungkus juga dikirim ke warga Desa Dendang, Kecamatan Stabat, yang mengungsi di masjid dan rumah-rumah warga.

“Warga sangat berterima kasih karena bantuan ini langsung dibutuhkan di lokasi pengungsian,” ujarnya.

Namun tidak semua lokasi bisa dijangkau. Akses menuju Pangkalan Berandan dan Besitang terhalang genangan setinggi sekitar satu meter.

Jalan Lintas Medan–Aceh dari Masjid Ajiji hingga Jembatan Tanjung Pura lumpuh total, sementara upaya memutar lewat Jalan Tol Stabat–Berandan juga kandas karena KM 53 ikut terendam. Singkatnya, bukan cuma warga yang kebanjiran—jalannya juga.

Kasi Humas Polres Langkat, IPTU Jekson, S.H., mengatakan pihaknya tetap menyalurkan bantuan ke titik-titik yang masih bisa ditembus. “Kami terus memonitor situasi dan menyalurkan bantuan ke lokasi yang memungkinkan. Untuk daerah yang aksesnya terputus, kami menunggu kondisi membaik,” katanya.

Ia juga meminta warga tetap waspada dan segera meminta pertolongan melalui Call Center 110 jika membutuhkan bantuan cepat.

Kapolres Langkat, AKBP David Triyo Prasojo, S.H., S.I.K., M.Si., terpisah menyampaikan apresiasi terhadap personel yang berjibaku di lapangan.

Menurutnya, penanganan banjir akan terus dilakukan meski medan tidak bersahabat.

“Keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas. Kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk membuka akses dan menambah distribusi bantuan,” ujarnya.

Banjir mungkin belum surut, tapi upaya memastikan warga tetap bertahan—minimal dengan perut kenyang dan informasi jelas—terus berjalan.(Akbar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *