TERITORIAL24.COM, MEDAN – Ada pepatah lama: kalau mau cepat, jalan sendiri. Tapi kalau mau Danau Toba naik kelas jadi destinasi pariwisata dunia, ya mesti jalan bareng-bareng.
Kira-kira begitulah semangat yang muncul dalam rapat virtual antara Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan dan Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution, Kamis (6/11/2025).
Dari ruang kerjanya di Jalan Pangeran Diponegoro No. 30 Medan, Bobby bergabung lewat Zoom bareng jajaran Kemenparekraf, Pemprov Sumut, dan perwakilan kabupaten/kota di sekitar Danau Toba. Agendanya? Matangkan program 2026 untuk memperkuat posisi Danau Toba sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) nasional.
“Ini tindak lanjut dari rapat 22 Juli 2025 tentang Pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas Danau Toba. Pemprov Sumut sudah memenuhi empat rekomendasi UNESCO,” kata Bobby dengan nada yakin, menyebut empat poin penting itu: Warisan Geologi, Warisan Lainnya, Visibility dan Kemitraan, serta Konten Tiga Bahasa.
Pemprov, lanjut Bobby, sedang fokus mempercantik kawasan geopark. Mulai dari pembangunan papan penunjuk arah, fasilitas umum seperti toilet yang (semoga) bersih, hingga kerja sama lintas kementerian dan daerah.
Targetnya, wisatawan lokal dan mancanegara tak lagi bingung arah atau menyesal datang karena fasilitas seadanya.
Selain itu, ada juga Pelatihan Sertifikasi Guide Geowisata untuk 50 pemandu wisata, biar yang menjelaskan tentang batuan purba Danau Toba bukan cuma Google.
Tak ketinggalan, rencana penyusunan DED Amphiteater di Samosir, Masterplan KEK Pariwisata Danau Toba, dan penguatan Badan Pengelola Geopark.
Soal promosi, Pemprov Sumut juga tidak mau main-main. Tahun depan, serangkaian event internasional siap digelar: Festival Danau Toba, Aquabike World Championship, F1H2O, Trail of the Kings by UTMB, hingga Famtrip Geopark bareng agen perjalanan dalam dan luar negeri.
Dari Jakarta, Luhut menegaskan pentingnya sinergi dan komitmen. “Rapat ini untuk mensinergikan aspek energi dalam rencana induk pariwisata serta mendorong pariwisata berkelanjutan berbasis energi hijau,” ujarnya.












