Dalam bahasa sehari-hari: jangan cuma fokus bikin danau ramai, tapi juga tetap hijau dan bersih.
Luhut juga mengingatkan agar daerah siap di segala lini—mulai dari listrik, air bersih, transportasi, akomodasi, sampai urusan yang sering disepelekan tapi krusial: kebersihan lingkungan.
“Perhatikan bagaimana tingkat kebersihannya. Kalau ada hambatan, DEN akan bantu,” tegasnya.
Rapat ini juga diikuti oleh Wamenparekraf Ni Luh Enik Ermawati, BPODT, Injourney, dan seluruh pemerintah daerah di kawasan Danau Toba.
Semua tampak sepakat: membangun Danau Toba bukan kerja satu kementerian saja, tapi kerja bersama—dan mungkin, juga kerja menahan ego masing-masing lembaga.
Kalau semua rencana ini berjalan, bukan tidak mungkin, 2026 jadi tahun ketika Danau Toba bukan cuma “super prioritas” di kertas, tapi juga benar-benar “super” di hati wisatawan.(Anggi)












