Program ini dirancang untuk menjaga stabilitas harga pangan melalui penguatan produksi sekaligus distribusi.
Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Sumut, Timur Tumanggor, menjelaskan bahwa JASKOP mengandalkan dua pendekatan: meningkatkan luas tanam melalui ekstensifikasi–intensifikasi, serta memastikan penggunaan benih unggul bersertifikat.
Selain itu, penguatan sistem pengairan juga dipacu dengan pembangunan irigasi tersier–kuarter, embung, dan pompanisasi.
Tak berhenti di situ, pengendalian organisme pengganggu tanaman, mitigasi dampak perubahan iklim, dan pengaturan pola tanam menjadi bagian dari strategi besar mendorong swasembada pangan Sumut.
Harapannya sederhana tapi besar: cabai tetap merah di kebun, tidak “merah” di dompet petani, dan konsumen tidak lagi shock saat belanja ke pasar.(Anggi)












