Bisnis dan Teknologi

Sumut dan Hainan Segera Resmikan Sister Province, Ekspor Obat Herbal dan Durian Diproyeksikan Meningkat

511
×

Sumut dan Hainan Segera Resmikan Sister Province, Ekspor Obat Herbal dan Durian Diproyeksikan Meningkat

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN – Kerja sama sister province antara Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan Provinsi Hainan, Tiongkok, segera memasuki tahap final. Kolaborasi dua wilayah ini diproyeksikan memperkuat hubungan dagang dan investasi, khususnya pada sektor obat herbal, bioteknologi, serta pertanian.

Sejumlah sektor menjadi prioritas dalam kerja sama tersebut, yakni teknologi manufaktur, ekonomi kelautan, ekonomi digital, bioteknologi, pertanian, dan pariwisata.

Untuk komoditas bioteknologi, nilam, menyan, dan minyak atsiri menjadi fokus utama. Sementara itu, dari sektor pertanian, durian disebut sebagai komoditas yang paling diminati Hainan.

Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution menyampaikan bahwa kerja sama ini diproyeksikan dapat mendongkrak nilai ekspor Sumut ke Tiongkok.

“Sesuai arahan Ketua DEN, tim yang kita bentuk akan mempercepat kerja sama ini. Hitungan kami, peningkatan nilai ekspor Sumut ke Tiongkok bisa mencapai US$500 juta,” ujar Bobby setelah mengikuti rapat bersama Dewan Ekonomi Nasional (DEN) secara virtual di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman, Medan, Rabu, 26 November 2025.

Pemprov Sumut saat ini menyiapkan berbagai kebutuhan untuk memperlancar implementasi kerja sama, mulai dari administrasi, regulasi, pengadaan lahan, hingga dukungan teknis lainnya. Targetnya, pada pertengahan 2026 kerja sama tersebut sudah mulai berjalan.

“Kesuksesan kerja sama ini akan ditopang pembentukan North Sumatera–Hainan Cooperation Council (NSHCC) yang melibatkan Pemprov, pelabuhan, BUMD, BUMN, serta asosiasi industri. Karena itu persiapan harus betul-betul matang,” kata Bobby.

Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya berfokus pada ekspor bahan mentah.

Menurutnya, Sumut harus mendorong ekspor barang setengah jadi agar nilai ekonominya lebih tinggi.

“Hainan banyak mengembangkan obat herbal dan kita punya TSTH. Selain itu konsumsi durian mereka sangat tinggi. Sekarang mereka banyak mengimpor dari Thailand, padahal kita bisa ikut berkontribusi,” kata Luhut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *