Hukum & Kriminal

Brian Aditya Meninggal Usai Jatuh di Arena Motocross, Pemko dan Aparat Diminta Usut Legalitas

195
×

Brian Aditya Meninggal Usai Jatuh di Arena Motocross, Pemko dan Aparat Diminta Usut Legalitas

Sebarkan artikel ini

Keluarga Pertanyakan Pengawasan dan Keselamatan Anak di Arena Motocross Pinang Mancung

Sepeda milik Brian Aditya, bocah 11 tahun yang meninggal dunia setelah dilaporkan mengalami insiden terjatuh di arena motocross di Kelurahan Pinang Mancung, Kecamatan Bajenis, Tebing Tinggi.(Ust)

TERITORIAL24COM|TEBING TINGGI–Duka mendalam menyelimuti keluarga Brian Aditya, bocah berusia 11 tahun yang masih duduk di kelas V SD Negeri 165734 Brohol.

Brian meninggal dunia pada Sabtu, 12 September 2026, setelah sebelumnya dilaporkan mengalami insiden terjatuh saat berada di sebuah arena motocross di Kelurahan Pinang Mancung, Kecamatan Bajenis, Kota Tebing Tinggi.

‎Menurut keterangan keluarga dan warga yang disampaikan kepada media saat takziah di rumah Tantra, Senin malam, 14 September 2026, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 6 September 2026.

‎Saat itu, Brian disebut sedang bermain bersama sejumlah teman di sekitar arena motocross. Secara tiba-tiba, Brian terjatuh dan sempat tidak sadarkan diri.

‎Teman-temannya kemudian mengantar Brian pulang ke rumah.

‎Namun, menurut keterangan pihak keluarga, kondisi Brian justru memburuk pada hari berikutnya. Ia mengalami muntah-muntah dan demam tinggi selama beberapa hari.

‎Keluarga kemudian berupaya memberikan pertolongan. Brian sempat mendapatkan perawatan dan infus di rumah sebelum akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kumpulan Pane Tebing Tinggi.

‎Meski telah mendapat penanganan medis, kondisi Brian tidak kunjung membaik. Brian akhirnya meninggal dunia pada Sabtu, 12 September 2026.

‎Keluarga Pertanyakan Keselamatan dan Pengawasan

‎Kepergian Brian meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Menurut keterangan yang disampaikan keluarga, Brian merupakan anak satu-satunya dari pasangan Ade Supriadi dan Devi Mulianti.

‎Di tengah suasana duka tersebut, keluarga mempertanyakan aspek keselamatan dan pengawasan di lokasi arena motocross.

‎Mereka mempertanyakan bagaimana sebuah arena yang digunakan untuk aktivitas kendaraan bermotor dapat diakses atau menjadi tempat bermain anak-anak tanpa pengawasan keselamatan yang memadai.

‎Keluarga berharap pemerintah dan aparat terkait tidak hanya melihat peristiwa tersebut sebagai musibah, tetapi juga melakukan pemeriksaan terhadap kondisi dan pengelolaan arena.

‎Legalitas Arena Diminta Diperiksa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *