Ia mengajak jamaah untuk mengevaluasi diri setiap hari. Kesempatan hidup yang diberikan Allah, menurutnya, harus dimanfaatkan untuk memperbanyak amal kebaikan, memperbaiki hubungan dengan sesama, serta meningkatkan kualitas ibadah.
Perwiritan Bukan Sekadar Berkumpul
Dalam kesempatan tersebut, Budiman juga menilai kegiatan perwiritan memiliki peran penting dalam kehidupan umat.
Selain mempererat silaturahmi, perwiritan dapat menjadi ruang untuk saling mengingatkan dalam kebaikan, memperkuat ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan pemahaman keagamaan.
Ia berharap kegiatan keagamaan seperti ini tidak berhenti pada rutinitas pertemuan, tetapi mampu memberikan perubahan nyata dalam kehidupan jamaah dan keluarga.
Terlebih kaum ibu memiliki posisi strategis dalam membangun suasana religius di tengah keluarga.
Nasihat agama yang diperoleh dalam kegiatan perwiritan diharapkan dapat diteruskan kepada anak-anak dan anggota keluarga lainnya.
Selagi Masih Ada Kesempatan
Menutup tausiahnya, Budiman mengajak jamaah memperbanyak istighfar dan tidak pernah merasa lelah untuk memperbaiki diri.
Menurutnya, manusia boleh memiliki banyak rencana untuk masa depan, tetapi tidak boleh lupa bahwa umur dan kesempatan hidup sepenuhnya berada dalam kehendak Allah SWT.
“Kalau hari ini kita menyadari ada kesalahan, jangan ditunda sampai besok. Segera minta ampun kepada Allah, perbaiki diri dan jangan ulangi kesalahan yang sama,” katanya.
Pesan tersebut menjadi pengingat sederhana namun mendalam bagi jamaah: taubat tidak menunggu kita menjadi sempurna.
Taubat adalah langkah untuk menuju kehidupan yang lebih baik sebelum kesempatan itu benar-benar berakhir.***












