Sebelumnya, dalam khutbah yang dibawakan oleh Dr. Faisal Riza, para jamaah diingatkan akan makna Idulfitri sebagai hari kemenangan bagi umat Islam setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh. Ia menekankan pentingnya memaafkan dan meminta maaf sebagai bagian dari penyucian diri.
Dosen Universitas Islam Negeri Sumatera Utara ini juga mengangkat keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam menghadapi penderitaan dan dendam.
“Setelah kehilangan pamannya, Hamzah bin Abdul Muthalib, dalam pertempuran, Nabi tidak memilih balas dendam, melainkan bersabar dan memaafkan. Kisah ini menjadi pengingat bagi umat Islam agar tidak memendam kebencian, tetapi saling memaafkan demi keharmonisan dan kedamaian,” ujarnya.
Ia juga mengkritik kondisi masyarakat modern yang dipenuhi konflik, kesenjangan sosial, dan emosi negatif.
“Islam mengajarkan optimisme dan menolak pesimisme. Jangan terjebak dalam sikap permusuhan atau dendam, tetapi perbaikilah diri dan masyarakat dengan maaf-memaafkan serta kasih sayang,” tambahnya.
Menurutnya, memaafkan bukanlah tanda kelemahan, melainkan kekuatan dan kemurahan hati. “Dengan memaafkan, kita membebaskan diri dari beban dendam dan kebencian serta memulai kembali dengan hati yang bersih dan pikiran yang jernih,” katanya.
Ia menegaskan bahwa memaafkan dapat memperkuat hubungan sosial serta membangun keharmonisan dan kedamaian. “Allah SWT berfirman bahwa bersabar lebih baik, dan memaafkan lebih baik daripada sekadar meminta maaf,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa menghilangkan amarah dan dendam adalah bagian dari keutamaan seorang mukmin. “Kesabaran adalah jalan terbaik yang diajarkan oleh Allah SWT. Kita diajarkan untuk menahan amarah, menghindari prasangka buruk, serta selalu mencari jalan damai dalam setiap perbedaan,” jelasnya.
Ia pun mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Idulfitri sebagai awal bagi kehidupan yang lebih baik. “Mari kita lanjutkan semangat kebaikan yang telah kita lakukan selama Ramadan. Jadikan hari ini sebagai titik awal untuk memperbaiki diri, memperkuat silaturahmi, serta terus menebarkan kasih sayang dan perdamaian di tengah masyarakat,” tutupnya.












