TERITORIAL24.COM,MEDAN – Tidak ada manusia yang luput dari lupa. Lupa terhadap janji, lalai menjaga amanah, menunda ibadah, bahkan terkadang mengabaikan nasihat yang sebenarnya telah diketahui.
Kelemahan ini bukan hanya dialami manusia pada zaman sekarang, tetapi telah ada sejak manusia pertama diciptakan.
Allah SWT mengabadikan pelajaran tersebut dalam Surah Thaha ayat 115:
> وَلَقَدْ عَهِدْنَآ إِلَىٰٓ ءَادَمَ مِن قَبْلُ فَنَسِىَ وَلَمْ نَجِدْ لَهُۥ عَزْمًا
“Dan sungguh telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, tetapi dia lupa, dan Kami tidak mendapati kemauan yang kuat pada dirinya.” (QS. Thaha: 115).
Ayat ini bukan sekadar mengisahkan perjalanan Nabi Adam ‘alaihissalam, tetapi menjadi cermin bagi seluruh umat manusia. Allah SWT memperlihatkan bahwa manusia memiliki sifat lupa dan lemah.
Namun pada saat yang sama, Allah juga menunjukkan jalan agar manusia mampu bangkit, yaitu dengan membangun tekad yang kuat (‘azm) serta senantiasa memohon pertolongan-Nya.
Manusia Memang Tempatnya Lupa
Nabi Adam adalah seorang nabi yang hidup di surga dan menerima perintah langsung dari Allah SWT.
Namun, beliau tetap mengalami kelupaan ketika menghadapi godaan iblis. Hal ini menjadi bukti bahwa lupa merupakan tabiat manusia.
Karena itu, seorang mukmin tidak boleh merasa dirinya paling baik, apalagi mudah menyalahkan orang lain.
Setiap manusia memiliki peluang untuk lalai. Yang membedakan adalah siapa yang segera menyadari kesalahannya, memperbaiki diri, dan kembali kepada Allah.
Islam juga mengajarkan pentingnya budaya saling mengingatkan. Sebab, nasihat yang tulus merupakan salah satu bentuk kasih sayang antarsesama muslim.
Tekad Kuat Adalah Pondasi Istiqamah
Dalam ayat tersebut Allah menggunakan kata ‘azm, yaitu tekad yang kuat, keteguhan hati, dan kesungguhan dalam menjalankan ketaatan.
Banyak orang mengetahui mana yang benar, tetapi tidak semua mampu mengamalkannya secara konsisten.
Ada yang memahami pentingnya salat berjamaah, tetapi masih sering menundanya.
Ada yang mengetahui keutamaan berkata jujur, namun masih tergoda oleh kepentingan dunia.












