Kota Medan

Car Free Day Medan: Kendaraan Memang Libur, Tapi Sampah Justru Rajin Masuk Jalan

72
×

Car Free Day Medan: Kendaraan Memang Libur, Tapi Sampah Justru Rajin Masuk Jalan

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN – Setiap Minggu pagi, ribuan warga Medan berbondong-bondong memenuhi kawasan Car Free Day (CFD).

Ada yang jogging, gowes, senam bersama, berburu jajanan, sampai sekadar jalan santai sambil mencari konten media sosial.

Masalahnya, ketika keramaian bubar, yang tertinggal bukan cuma jejak langkah.

Tumpukan gelas plastik, bungkus makanan, dan aneka sampah justru ikut meramaikan jalanan.

Ironis memang. Program yang semestinya menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan malah menyisakan persoalan klasik: kebiasaan membuang sampah sembarangan.

Fenomena itu mendapat sorotan dari Ketua Komisi II DPRD Medan, Kasman bin Marasakti Lubis. Menurutnya, tujuan utama Car Free Day perlahan bergeser jika persoalan sampah terus dibiarkan.

“Car Free Day adalah kampanye hari bebas kendaraan untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat. Tapi kalau setelah acara justru jalan dipenuhi sampah, pesan yang sampai ke masyarakat menjadi bertolak belakang,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (28/6/2026).

Politikus PKS itu menilai Pemerintah Kota Medan tidak cukup hanya rutin menggelar CFD setiap pekan.

Yang lebih penting adalah memastikan kegiatan tersebut benar-benar menjadi ruang edukasi tentang menjaga lingkungan, bukan sekadar lokasi olahraga dan wisata kuliner dadakan.

Menurut Kasman, budaya membuang sampah pada tempatnya seharusnya menjadi bagian dari “menu wajib” dalam setiap pelaksanaan Car Free Day. Sebab, lingkungan yang bersih bukan hanya diukur dari berkurangnya kendaraan bermotor selama beberapa jam, tetapi juga dari perilaku masyarakat setelah menikmati ruang publik.

Ia mendorong Pemko Medan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan CFD. Salah satunya dengan memperkuat peran Dinas Lingkungan Hidup melalui penyediaan tempat sampah di titik-titik strategis, menambah petugas kebersihan, hingga melakukan sosialisasi langsung kepada pengunjung.

Dengan fasilitas yang memadai dan edukasi yang konsisten, alasan untuk membuang sampah sembarangan semakin sulit dibenarkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *