TERITORIAL24.COM, DELI SERDANG – Ribuan Massa Al-Washliyah Sumatera Utara yang terdiri dari para pelajar, mahasiswa, pengurus hingga kader menggeruduk Kantor Bupati Deli Serdang di Lubuk Pakam, pada Senin (26/05/2025) sekira pukul 10.00 WIB.
Aksi massa sempat beberapa kali ricuh, dipicu oleh arogansi Bupati Deli Serdang Asriluddin Tambunan yang berniat menduduki kembali tanah wakaf milik Al-Washliyah di Desa Patumbukan, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang.
Dalam melakukan aksinya, massa terlihat membentangkan spanduk dan berbagai bendera organisasi bagian al-Washliyah, sementara ketua-ketua organisasi menyampaikan orasi secara bergantian.
Mereka menyampaikan protes pada Bupati Deli Serdang yang meminta Pemkab Deli Serdang jangan ganggu Asset Al-Washliyah.

“Hei Bupati Deli Serdang kalau kau tak punya uang beli Asset tanah sendiri tak usah kau jadi Bupati. Kalau kau mau gedung SMPN2 Galang di Tanah Al-Washliyah kau angkat saja gedung itu,” teriak orator.
Kericuhan mengakibatkan pagar besi di samping kiri dan kanan Plang kantor Bupati tumbang. Kericuhan dipicu, karena bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan Tidak juga muncul menemui Kader Alwasliyah yang sudah berorasi hampir satu jam.
Puluhan botol air mineral langsung melayang ke arah petugas yang mencoba menahan massa yang mau merangsek masuk ke halaman kantor bupati.
Bentrokan nyaris terjadi kalau massa kembali ditenangkan oleh para orator kordinator massa.
Massa Al-Washliyah kembali terpancing kericuhan setelah mendengar Pidato Wakil Bupati Deli Serdang Lom-lom Suwondo yang memprovokasi kader Al-Washliyah, dimana lom-lom mengatakan kabupaten Deli Serdang adalah Kabupaten Nahdiyin (NU-red) sehingga Kader Alwasliyah marah dan terjadi lemparan botol air mineral.












