TERITORIAL24.COM, Asahan- Wakil Bupati Asahan Rianto SH, MAP mengajak seluruh masyarakat Asahan untuk membantu mensukseskan program kerja Pemerintah Pusat.
Ajakan itu disampaikan usai mengikuti Rapat Paripurna mendengarkan pidato kenegeraan Presiden Prabowo Subianto dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT ke-81 Kemerdekaan RI) di Ruang Rapat Rambate Rata Raya Kantor DPRD Asahan, Jumat (14/08/2026).
Menurutnya, membangun negara tidak hanya dapat dilakukan secara sepihak oleh pemerintah, juga perlu mendapat dukungan dari masyarakat atau rakyat.
Dengan besarnya dukungan dari rakyat, dapat dipastikan keberhasilan pembangunan yang dicita – citakan akan dapat berjalan seusai keinginan. Untuk itu diharapkannya, seluruh masyarakat Asahan dapat ikut serta mendukung dan mensukseskan pembangunan yang telah diprogram baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
Dalam kesempatan itu Rianto juga mengingatkan terkait pelaksanaan peringatan HUT ke- 81 Kemerdekaan RI yang dilaksanakan secara nasional.
Dikatakannya, selain sebagai motivasi dan komitmen bersama sebagai bangsa yang merdeka, momen itu juga merupakan sebuah penghormatan dalam rangka menghargai jasa para pahlawan kesuma bangsa yang telah rela mengorbankan jiwa, raga serta harta demi berdiri negara.
“Mari kita satukan derap langkah dan semangat membangun Asahan demi terwujudnya masyarakat Asahan yang sejahtera, religius, maju dan berkelanjutan,” tegasnya.
Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraannya memaparkan sejumlah keberhasilan yang dicapai negara diera kepemimpinannya. Di antaranya, keberhasilan Indonesia mencapai swasembada delapan komoditas pangan dalam waktu satu tahun.
Target tersebut lebih cepat dari target awal yang dicanangkan, empat hingga lima tahun. Delapan komoditas itu diantaranya beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.
Menurutnya, Untuk sektor energi, Indonesia juga sudah mulai berhasil mewujudkan swasembada solar melalui produksi diesel dengan campuran biodiesel B50. Sejak 1 Juli 2026, Indonesia tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri dan berhasil menghemat devisa sebesar Rp170 triliun atau sekitar USD9,5 miliar.












