Peristiwa

Diduga Manfaatkan Debitur Buta Huruf, Mobil Warga Tulungagung Berujung Dikuasai Leasing

37
×

Diduga Manfaatkan Debitur Buta Huruf, Mobil Warga Tulungagung Berujung Dikuasai Leasing

Sebarkan artikel ini

TULUNGAGUNG I TERITORIAL24.COM – Dugaan praktik intimidasi dalam penagihan pembiayaan kembali mencuat di Kabupaten Tulungagung.

Kali ini, keluarga Yani, warga Dusun Salamrejo, Desa/Kecamatan Ngunut, mempersoalkan penarikan mobil Toyota Calya bernopol AG 1501 RK oleh pihak yang mengaku sebagai petugas PT BFI Finance Indonesia Tbk.

Keluarga menilai proses penarikan kendaraan tersebut janggal. Sebab, mobil selama ini digunakan dan cicilannya disebut rutin dibayarkan oleh anak Yani yang bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri.

Selama sekitar 18 bulan, pembayaran angsuran disebut berjalan lancar. Namun, kondisi berubah setelah anak Yani jatuh sakit keras di luar negeri dan tidak dapat bekerja. Akibatnya, pembayaran angsuran disebut terhenti selama dua bulan terakhir.

Persoalan kemudian muncul ketika sekitar delapan orang yang mengaku sebagai tim finance mendatangi kediaman Sri Wigati, menantu Yani, di Dusun Patik Reco, Desa Jatimulyo, Kecamatan Kauman.

Menurut keterangan keluarga, Sri Wigati kemudian diminta menjemput Yani di Ngunut dan membawanya ke Kauman sekaligus membawa kunci mobil.

Di lokasi tersebut, Yani yang disebut tidak bisa membaca dan menulis diduga diminta membubuhkan tanda tangan pada sejumlah dokumen.

Keluarga mempertanyakan proses tersebut karena Yani disebut tidak mendapatkan penjelasan secara jelas mengenai isi dokumen yang ditandatangani.

“Uang angsuran itu rutin dikirim anaknya yang kerja di luar negeri. Tapi karena anaknya sakit keras di sana, angsuran terhenti dua bulan. Bukannya diberi keringanan, delapan orang datang, lalu ayahnya yang tidak bisa baca tulis disodori surat dan disuruh tanda tangan,” ungkap sumber keluarga korban.

 

Dijanjikan Musyawarah, Mobil Justru Ditahan

 

Keluarga juga mempersoalkan proses berikutnya. Sri Wigati disebut diajak membawa mobil ke kantor BFI Finance di Kediri dengan alasan untuk melakukan musyawarah dan menyelesaikan persoalan tunggakan secara kekeluargaan.

Namun, setibanya di kantor tersebut, mobil beserta kuncinya disebut langsung dikuasai pihak leasing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *