Polhukam

Digerebek di Bungalow Sibolangit, Empat Orang Diduga Lagi “Rapat Sabu” Malah Berakhir di Polsek Pancur Batu

249
×

Digerebek di Bungalow Sibolangit, Empat Orang Diduga Lagi “Rapat Sabu” Malah Berakhir di Polsek Pancur Batu

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, SIBOLANGIT – Kalau ada yang bilang rapat itu bisa di mana saja, mungkin empat orang ini terlalu serius memaknainya. Bukan di kantor, bukan di warung kopi, tapi di sebuah bungalow di kawasan Sibolangit. Sayangnya, “agenda rapat” mereka diduga bukan bahas kerjaan, melainkan sabu.

Tim Opsnal Polsek Pancur Batu rupanya nggak butuh undangan untuk datang.

Dipimpin Kanit Reskrim Iptu Rudi S. Tarigan, mereka langsung “hadir” setelah dapat laporan warga yang curiga dengan aktivitas di bungalow tersebut, Selasa (17/3/2026).

Awalnya, laporan itu terdengar seperti gosip khas warga: ada yang mencurigakan, ada yang bolak-balik, ada yang gerak-geriknya nggak santai.

Tapi bedanya, kali ini polisi nggak cuma jadi pendengar. Mereka turun langsung, ngintai, lalu… ya sudah, digerebek sekalian.

Di lokasi, empat orang langsung diamankan: dua pria berinisial FS dan RS, serta dua perempuan YS dan EP.

Belum sempat bikin alibi yang puitis, polisi keburu menemukan barang yang bikin suasana langsung nggak santai lagi.

Dari kantong celana FS, ditemukan paket sabu. Bukan cuma itu, di tas milik YS juga ada “isi tambahan” yang sama.

Lengkap dengan timbangan, yang biasanya bukan perlengkapan wajib kalau cuma niat nongkrong santai.

Kalau sudah begini, fase berikutnya adalah klasik: interogasi di tempat. Dan seperti banyak cerita serupa, pengakuan pun mengalir. FS dan YS disebut sebagai pemilik sabu tersebut.

Mereka juga mengaku mendapat pasokan dari seseorang berinisial BA, yang sekarang mungkin lagi berharap namanya nggak ikut viral.

Barang bukti yang diamankan juga nggak bisa dibilang sedikit: dua paket besar, belasan paket kecil sabu, uang tunai jutaan rupiah, beberapa ponsel, sampai kartu identitas dan ATM.

Pokoknya, kalau ini memang “rapat”, notulensinya lumayan lengkap.

Kapolsek Pancur Batu, Kompol Junaidi, menegaskan bahwa penangkapan ini bukan kebetulan, tapi hasil kombinasi laporan warga dan kerja lapangan polisi. Artinya, skema “diam-diam aja biar aman” tampaknya makin nggak relevan.

Pesan klasik pun kembali diulang—dan memang perlu diulang: narkoba bukan jalan pintas menuju hidup enak. Justru seringnya jadi jalan cepat menuju ruang pemeriksaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *